Pages

Labels

My Blog List

Followers

Minggu, 22 April 2012

Me Time : Sparkling Surabaya

Udah hampir 6 bulan aku tinggal di Surabaya. Selama itu aku gak pernah sendirian. Aku tinggal berdua sama kakakku. Ke kantor bareng dia. Pulang ke Jogja bareng dia. Kemana-mana dia. Oh my God, munafik banget kalo aku gak pengen punya 'me time' sendiri sekali-kali. Makanya begitu kemarin dia mau pulang ke Jogja, aku sujud syukur hehee. Cuma 2 hari sih. Tapi aku pikir ini cukup buat kembali merasakan hidup berdikari. 
Jum'at malam kemarin aku nganter Kakakku ke terminal Purabaya, Bungurasih yang letaknya di Sidoarjo. Sekitar 30 menitanlah dari rumahku. Tanpa macet. Kalo jam pulang kerja ditambah lewat jalan menuju tol yang isinya truk2 muatan semua, yang ukuran bannya hampir sama kayak sepeda motor, kita harus pinter2 nyelip diantara mereka biar waktunya gak abis dijalan :). Pulang dari terminal, aku sebisa mungkin menikmati Sparkling Surabaya di malam hari. Aku suka dengan kota ini, aku suka dengan taman-taman penghijauannya (beneran, kalo ada sayap kanan disini, kita pasti poto2 mulu).
Taman Dolog di Jalan A. Yani
Cuma aku heran, jalan2 di Surabaya itu kan banyak banget, tapi tetep aja masih banyak masyarakat dengan santainya gak patuh sama peraturan lalu lintas, mungkin karena mobilitas mereka tinggi ya, bawaannya buru2.
Well, aku selamat sampai dirumah dengan sesek napas gara2 g make masker. Kenapa ya polusi udara dimalam hari lebih bikin nyesek daripada pagi hari???

Sabtu, 21 April 2012
Selamat Hari Kartini, mari kita mulai hari ini sebagai wanita. lho???
Rasanya aneh juga tiba2 cuma sendirian dirumah. Bagus sekali kulkasnya sedang gak bersahabat. Sarapan ala2 Dora cukup dengan omelet ham rasa bawang. Au'ah yang penting bisa dimakan. Mari kerja :)

Ketemu rombongan kartini dan kartono dijalan :)
Hari ini kerjaanku lumayan banyak. Nyelesein 20+ tagihan. Belum fotokopi BAP2,tapi emang lebih suka gitu sih daripada bengong gak ada kerjaan, ngantuk. Bisa tidur di toilet lagi aku. Pulang kerja, aku pergi ke Togamas, yang ini gak senyaman di Gejayan Jogja sana, tapi okelah buat refreshing. Akhirnya nemu juga peta Surabaya buat ngapalin jalan. Aku pikir petanya kecil ya, ternyata begitu dibuka bisa buat lukisan di ruang tamu hahaaa. Kegiatan hari ini ditutup dengan masak dan nyuci baju. Aku sih bisa masak, tapi kok gak pede ya kalau masakin buat orang. Terima aku apa adanya ya calon suamiku yang gak tau siapa nanti hehee.
Oh ya, nonton Barcelona!

Minggu, 22 April 2012.
     Hari ini aku bersih2 rumah sebelum keluar. Iya dong, mumpung hari Minggu, mari menjelajah. Tapi kemana ya, ah g jauh2 dari mall ini. Mall di Surabaya itu banyak levelnya. Tapi aku seringnya kesini, yang levelnya masih murah di kantong hehee.@Royal Plaza.
Tapi ini kenapa anak2 tetangga malah pada kerumah. Bawa barbie sekardus. Kwek kwek kwek, "aduh jangan lama2 ya nak, Tante mandi dulu  -__-".  Oke akhirnya anak2 itu pulang juga. Capcuss!
     Sampai di Royal. Keluar deh insting ceweknya, windows shopping. Berasa masih mahasiswa aja. Rame banget didalem. Ternyata ada Wedding Exhibition, tapi aku gak liat pengantin sama sekali, malah ABG2 parade band. Beberapa pasangan terlihat mendatangi stand2 catering, undangan, dan WO. Gue???mojok di pinggir makan burger. Sendirian.
Duh saat-saat kayak gini nih aku kangen Eva, kangen omongan dia yang, "Udah beli aja. Urusan makan gampang. Daripada nyesel karena gak beli??" Wah kata2 itu bener2 syaiton. Well, yang tadinya mo nonton The Hunger games sama cari vest malah berubah jadi cool pad dan flat shoes^^. Eh anyway, Mio Fino disini ternyata lebih mahal bok daripada di Jogja. Beda sejuta. Gila! Yah karena malemnya aku harus nyiapin makanan buat bapak2 ronda, g bisa sampe malem ni. Tapi diluar ujan, dan dudulnya tadi pas nyuci motor dirumah, jas ujannya aku lempar gitu aja. Ya udah sih masuk mall lagi, jalan2 lagi, gempro lagi ni kaki -__-. Di tengah perjalanan pulang, aku kembali menemukan keheranan yang aku sebut diatas. Kayak gini nih,


  Agak susah juga jelasinnya. Ini posisi ku lagi lampu merah. Dari arah berlawanan itu yang lampu ijo. Tapi kenapa orang2 ini dengan santainya nyamber2 zebra cross. Belum lagi yang sebelah sono noh, ada pick up sm mobil muatan. Dan mungkin kalian gak liat di  tengah2 perempatan itu ada mobil minibus yang terjebak sebenernya. Kacau :)
Oh ya aku beli makanan ini. Baru pertama coba juga. Namanya kerang batik, trus yang sebelahnya itu namanya kreco. Semacam keong. Rasanya sih biasa aja. Tapi paling nggak pernah nyoba sih heheee
Well, aku akhirnya nonton The breaking dawn. Iya telat banget!! Tadi baru sempet beli dvdnya. Ah jadi galau deh. Aku sekarang ngerti kenapa cewek2 pada suka sama Jacob. Yes I want him too. He's a great lover :). Dan aku kangen Bapakku hahaaa. Bayangkan saat dia mengantarku ke altar suatu saat nanti. Weitts,bukan altar. Sorry :)




The point is what a great weekend. I do what I really wanna do, the ordinary girl. Come Monday, we'll fight again

Sabtu, 21 April 2012

partner in crime, maybe



      Saya tidak tahu apa yang membuat saya berpikir untuk menulis ini. Tapi karena bayang-bayang dufan, buah tangan made in Medan dan bunga bangkai Bengkulu yang pernah dijanjikan oleh teman saya. Saya  harap setelah dia membaca tulisan yang tidak pernah saya sadari ini, semua janji2 palsunya itu bisa segera dilunasi ke saya.amin. 
    Haduuuh, seperti mau curhat gebetan aja. Saya lebih suka menyebutnya, Dia. Dia adalah teman paling absurd yang pernah saya kenal selama kuliah di UNY. Sampai sekarang saya tidak bisa menilai sifatnya seperti apa. Berteman dengannya itu seperti naik rollercoaster, seru pas mau naik dan bikin gedeg pas mau turun. Naik lagi, turun lagi, kadang belok dan terbalik. Saya tidak berani mengatakan bahwa kami bersahabat, Saya sadar saya bukan orang yang baik menjadi sahabatnya. Meski kami dekat dan sering jalan bareng. Saya tidak selalu ada 24 jam saat dia sedih, saat dia butuh, menemani dia, atau memberi advice2 super saat dia sedang galau. Benar juga kata teman saya dulu, saya orang yang tidak bisa menempatkan diri, mungkin ini salah satu maksudnya. Saya bukan orang yang sensitif akan keadaan orang lain. Tapi mungkin masuk akal ya kalau saya tidak mau dibilang suka mencampuri urusan orang lain.

    Saya percaya, sebenarnya hati kecil seseorang itu lebih tau apa yang terjadi pada hidupnya, pada apa yang membuat dia bahagia, pada apa yang bisa membuat dia move on atau terjatuh. 

Jadi saya selalu membebaskan siapapun untuk bercerita pada saya tanpa saya harus berkata panjang lebar, cukup mendengarkan atau tersenyum. Begitu juga ketika teman saya itu tiba-tiba menangis di dalam kamar saya. Saya bingung dan akhirnya membiarkan dia menangis dikasur sampai ngiler tanpa harus berkata, "Jangan menangis, kamu harus kuat."

Saya cuma bisa bilang, "Jangan ngiler dikasur saya, kamu harus cuci spreinya!"

Ini adalah hal bodoh yang mungkin tidak pantas dilakukan ketika teman kamu sedang bersedih.
   Tidak bisa dipungkiri, sejak dia satu kos sama saya, saya lebih mempunyai teman dekat. Dunia saya jadi lebih berwarna. Ditambah dengan kehadiran anak kos lainnya. Setiap orang pasti punya kelebihan dan kelemahannya masing2. Satu hal yang saya tau dari dulu, apapun  yang serba berlebihan itu tidak baik. Begitu juga dengan pertemanan. Saya akui saya sering bosan dengan teman saya itu, dan menjadi sangat malas meladeni kehadirannya. That’s all. Dan Dia?? Seakan-akan saya ini pacarnya aja,

 “Kamu kenapa sih do? Kamu marah ya sama aku?”
“Enggak!”
“Ah kamu bohong!”
“Enggak, aku cuma lagi sibuk mikirin skripsi.”
“Ah ya udah deh. Aku naik ya :( ”,
Ngloyor ke lantai 3 dan gak turun2 lagi.
Haduuuh. Saya  yakin dia itu sebenarnya cewek jadi2an yang bernafsu buat nembak saya jadi pacarnya.

Dia teman yang baik. Dia suka membagikan barang yang dia punya kepada teman2nya. Sampai virus herpes pun dia kasih ke saya. Saya yakin dia puas melihat herpes saya semakin senang tinggal di Surabaya.
Saya sendiri jarang memberikan apa2 ke dia, karena saya memang nggak punya apa2. Ketika dia berulang tahun saya cuma bisa kasih krupuk sisa makan malam saya. Ngasih bunga saat dia wisuda juga nggak kesampaian.

     Satu motto yang sampai saat ini saya pegang dari dia yaitu, Belilah barang yang mau kamu beli, meski kamu lagi bokek, urusan makan pasti ada jalannya. Yang intinya kalau kamu sedang sangat ingin membeli barang yang kamu inginkan, sedangkan uang bulananmu tidak mencukupi. Belilah, besok kita masih bisa makan dari mana saja. Lebih baik menyesal karena membeli. Yah semacam itulah ilmu geblek kami, akuntansi atau shopaholic ya???
     Tidak pernah menyangka, kalau waktu semakin terasa cepat belakangan ini, kalau waktu bisa membuat saya, dia dan mungkin teman2 kami yang lain merasa nggak rela untuk keluar dari safety zone kami. MAHASISWA. Beberapa bulan yang lalu, kami masih tidur bersama dikamar kos, nmenghabiskan sisa-sisa malam tahun baru berkeliling jogja berdua dan makan burger jam 4 pagi, jambak2an, jutek2an, memberi bunga ke Dosen, ngopi, belanja dan belanja lagi.

Ahh saya bahkan lupa hal apa saja yang pernah kami lakukan bersama....................

   Sekarang dia selalu jadi orang pertama yang saya hubungi kalau saya ada waktu luang dan kesepian di Surabaya. Dia adalah teman, yang tidak memberi harapan palsu apapun tentang hidup, karena hidupnya sendiri galau, sama seperti saya hahaa. Apapun keadaannya, saya akan bersikap sama padanya. Jutek dan acuh. Dia sekarang menjadi orang yang sangat sulit dihubungi, ahh biar saja. Biarkan dia mencari tujuan hidupnya. Dia tahu saya masih ditempat yang sama.

Tapi terimakasih kamu, sudah membuat saya menangis gara2 sms 'panjang-lebar'mu yang tiba2 harus pindah ke medan itu. Dan saya teringat lagi dengan kata2 yang pernah saya tulis dulu, teman kontrak. Apa benar ada ya? Kita berteman cuma 4 tahunan ini dan tidak tahu kapan bisa bertemu lagi. Sama seperti keberadaan teman2 saya yang lain, yang segera pergi dari jogja setelah mereka lulus. Walaupun sampai saat ini semuanya baik2 saja. Apa iya suatu saat kita bakal ketemu lagi???Well let it be surprise with our success stories.


 Dia pernah memberi saya kotak ini dan saya memilih untuk menyimpan semua mimpi dan cita-cita saya disini. Saya pajang setiap hari dimeja kantor. Kelak 1-2 tahun lagi saya akan membaca ulang apa yang pernah saya tuliskan. Dan mencoret apa yang sudah saya capai. Salah satu tulisan itu berisi, Dia.


Ahhh sudah jam 5 pagi, saya terbangun dari tidur.

Senin, 16 April 2012

What future do you like??

     Ada 2 orang baru dikantorku. Sangat bersyukur mereka ditempatkan di lantai 2. Jadi lebih rame deh. Namanya Airin, anaknya lugu, baru lulus SMA tapi aku sangat suka selera bermusiknya. Yang satu mbak Sonya, pindahan dari Waringin Megah yang ternyata lulusan Atmajaya Jogja. Orang-orang proyek masih selalu datang setiap hari dengan BAP dan candaan yang gak pernah membosankan. Oh I hate when they're coming actually. It means a new job is coming too hehee. Tapi sejauh ini aku menikmatinya. Ya mau gimana lagi coba, disini aku kerja. Gak ada yang gak serius. Aku masih bisa nyanyi-nyanyi meski bos dateng, joget dengerin katy pery,  K-Pop sama Ajep-ajep yang diputer Airin keras-keras di laptopnya. Aku berusaha menikmati bahwa sekarang aku bekerja. Meski aku selalu punya harapan untuk tidak berhenti disini saja, tapi masak iya aku cuma mau nunggu "saat" itu. Betapa buang waktunya aku. Jadi profesionalitas itu sedang kubangun.
   Belakangan setiap aku beredar di sosial media, temen2ku selalu nanya, Sekarang dimana Dora?? Begitu juga sebaliknya. Senang tiap kali dapet kabar kalau satu persatu teman2ku mulai melangkah juga, karena memang seharusnya begitu kan?? Bisa senyum-senyum sendiri didepan laptop, saat tau mereka sudah berada di Medan, Bengkulu, Jayapura, Samarinda, Banjarmasin, Bali, Tangerang, Pati, Jogja. Wow! Lama2 pelajaran Geografi nih hehee. Ya pokoknya gak nyangka aja kalau waktu benar2 bekerja, membuat kita bertransmigrasi dari satu level ke level lainnya. Bersama-sama :)
     Aku sih percaya, ketika kita berada dalam suatu lingkungan yang baik, itu akan memotivasi kita untuk melakukan hal yang baik pula, bahkan bermimpi lebih dari apa yang sudah dicapai. Tapi bukan berarti juga ketika kita berada dalam lingkungan yang biasa-biasa saja, lantas membuat kita berhenti, puas atau malah berasa jadi orang yang 'lebih'. Uhh aku paling sebel sama orang kayak gitu. Apalagi kalau ada orang sok borju tapi semua punya ortu. Oke ini mulai ngrumpi jadinya. Sorry...
      Intinya, Agnes Monica itu bener. Aku suka dia. Gak ada yang salah dengan bermimpi atau berambisi. Kita boleh bermimpi, tapi untuk menjadikan semua mimpi itu nyata, ya kita harus usaha. Kita harus melewati satu demi satu tahap yang aku yakin semakin lama bakal semakin berat. Kayak peribahasa, semakin tinggi pohon, semakin kencang anginnya. Kita gak bisa cuma mengharap atau nunggu hingga mimpi itu datang ke kita, karena kita yang harus menjemputnya. Temukan jalan terdekatnya dan mulailah. Supaya kamu tidak tertinggal jauh. Jangan menunggu apa yang tidak pantas untuk diperjuangkan. Carilah harapan yang baru. 

Ini yang kusebut dengan move on. Kata galau yang sekarang lagi nge-hits banget. 
Move on dari masa lalu. Bukan untuk dilupakan, tapi untuk ditinggalkan. Kita gak akan bisa terus-terusan berada dalam comfort zone itu atau selalu berbalik pulang seakan-akan itu rumah saat kita menemui kesulitan di tengah perjalanan. Be brave....for your life.

Bersiaplah untuk yang ada didepanmu, buatlah daftarmu. Apapun hal baik yang kamu lakukan sekarang, akan mendapat kompensasi di masa yang akan datang. Tetaplah bersyukur.
Carilah penyemangatmu. Hal-hal yang bisa membuatmu bertanggungjawab, kenapa dan untuk siapa kamu melakukan ini. 
Sekarang, another red one itu adalah kompensasi yang aku harapkan. Menari-nari di depan mataku.



Have a nice April!


Sabtu, 31 Maret 2012

Apel dan Aku

Kalian pasti pernah denger kisah ini. Kisah tentang tentang Pohon apel dan seorang anak lelaki. 
    Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. 
     Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu. “Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.”Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.” Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.” Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.
     Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. “Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel. “Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu. “Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?” Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih. 
   Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.”Ayo bermain-main lagi denganku,” kata pohon apel.”Aku sedih,” kata anak lelaki itu.”Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?” “Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.” Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu. Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. “Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.” “Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu. “Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel.”Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.”Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. “Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki. “Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.” “Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.” Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
     Pohon apel, diibaratkan sebagai orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Kamu mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.(lukisanawan.wordpress.com)

     Ini adalah kisah yang dari dulu selalu kuingat sekaligus jadi tamparan buatku. Aku takut kalau aku adalah salah satu dari anak-anak pohon apel lainnya. Tampar aku dengan kisah ini kalau aku terus tenggelam dalam kesenangan memikirkan diri sendiri dan terpuruk mengejar ambisi. Agar aku selalu ingat orang tuaku, agar aku bisa membuat mereka bahagia, agar aku tidak merepotkan mereka lagi, agar aku bisa menjaga mereka dengan kemandirian yang ingin kubangun, agar aku bisa sedikit demi sedikit membalas semua yang mereka beri padaku, agar kisah ini tidak benar-benar terjadi padaku. Sebelum aku beranjak tua, sebelum aku sibuk dengan hidupku sendiri, sebelum aku punya pasangan, sebelum aku pergi lebih jauh lagi, sebelum aku menyesal karena hidupku tidak kumanfaatkan dengan baik bersama mereka. Kisah ini adalah motivatorku untuk terus move on. Kamu???


Jumat, 16 Maret 2012

God, love happen!!

aku menertawakan takdir
Aku menertawakan diriku yang tergila-gila padamu lagi
Dan aku benci melakukan ini

Aku mendadak menjadi orang gak jelas yang ingin memukul orang, menjambak rambutnya, dan berteriak waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..............
Aku menjadi linglung dan pendiam, dan mondar-mandir di menit berikutnya
Dan aku juga gak tau kenapa begini

Aku jadi senang menunggu malam hari
Memikirkanmu diam-diam dan mencoba menuliskanmu dalam blogku tapi tidak bisa
Karena semua kata-kata yang aku tau belum bisa menerjemahkan apa itu

Aku menjadi orang yang mengagungkan cinta buta
Aku menjadi orang yang kembali pada konsep cinta monyet, menyukai orang bukan karena imannya, bukan karena rupanya, tapi karena keberadaanmu,
dan aku tidak ingin dimentahkan oleh siapapun, 

Dan tidak ada yang mampu menawarnya

Aku takut sendirian
Karena sendiri membuatku leluasa memikirkanmu, bermimpi, dan patah hati
Tapi aku suka

Aku tidak pernah bosan bersamamu, setiap hari melihatmu, 
Mengingat bahwa kau adalah sosok yang selalu menjadi obsesiku, bukan dia atau siapa seperti yang mereka tau
Dan aku mendadak mual kalau perasaan itu menyublim menjadi suka, yang membuatku gila dalam beberapa waktu

Aku suka karena kamu sangat baik memperlakukanku sebagai seorang teman wanita, bukan teman kencan
Dan aku semakin tau kalau kamu benar-benar teman yang baik dan setia kawan
Aku sangat suka menyebutmu sahabat

Aku percaya kalau Tuhan memang tidak membagikan sisi kebaikan manusia secara merata yang kalaupun aku tau keburukanmu, aku suka itu dan aku terima. 
Aku ingin selalu menjadi teman yang baik untukmu

Aku benci kenapa kau bisa dengan mudahnya meredup, dan menyala kembali setiap kita bersama dalam waktu yang cukup lama. Aku suka bersamamu
Karena denganmu, ada banyak perhatian dan hal kecil namun bodoh yang kau lakukan padaku dan itu saja sudah cukup membuatku jatuh hati padamu

Aku merasa bodoh berhadapan denganmu, semua perhatian yang kuberikan, pertolongan yang aku tawarkan kadang begitu ganjil
karena semua yang aku lakukan adalah demi kamu, hanya untuk mendapat tanggapan darimu


Aku jadi suka membuka jejaring sosialku hanya untuk menunggu kamu online, mengomentari statusmu atau hanya untuk sekedar menentramkan diriku dan perasaan yang dulu ada itu semakin tak terbantahkan lagi

Aku rindu di semua tempat aku pernah bersamamu
Karena aku tidak ingin ingatan itu hilang dariku, sangat ingin kembali kesana bersamamu

Tuhan, aku berdoa agar aku bisa jatuh cinta, meski aku sangat takut melakukannya
Dan aku benar-benar jatuh cinta, hanya "bisa" jatuh cinta
Pada dia, yang aku juga tidak tau karena apa
Pada dia, yang aku juga tidak tau kenapa dia (lagi)

Keterbukaan ini, akan mengacaukan atau lebih baik sebenarnya?

Keterbukaan yang mengalir karena obrolan di dunia maya:

Menyelesaikan kuliah, mengumpulkan uang, baru memikirkan wanita. 12 jam aku semakin bangga pada sosokmu. Itulah kebodohanku.
Aku merasa semua yang ada dikamu adalah kebaikan
Kuulangi terus kata-kata itu sampai aku sadar, bahwa ketidaksengajaan ini adalah alurmu Tuhan

Kau membuatku jatuh cinta dan kau yang memutuskannya
kau memutuskannya dengan kedewasaan yang tidak akan pernah bisa aku tau kenapa aku bisa menerimanya,
dengan cara  yang tidak aku sadari, dan tanpa disadarinya juga. just the way it is




                          kali ini, aku tidak merasakan ada jarak antara patah hati dan jatuh cinta









Minggu, 11 Maret 2012

Perempuan

 Perempuan adalah ketika kamu bertemu dengannya kamu akan berkata, Well she's nice person.  
I got it!!



.......................I'm gonna mad with her, but it's okey. It's FUN


dan saat-saat bersamanya selalu menjadi lebih berwarna


       
kami bisa menjadi sosok yang sangat narsis dan childish kapan saja......

Perempuan yang bisa menjadi penuntunmu meraih mimpi dan bebas menentukan pilhannya







       Sosok yang tidak pernah membosankan dari masa ke masa




Sosok yang selalu mencari jati diri dan berusaha dewasa. Whatever, mereka adalah unik


Sosok yang bisa berekspresi dimana saja





Sosok yang selalu berbahagia dengan kebahagiaanmu









Sosok yang ceria namun bisa menjadi sangat galau di satu kesempatan



tapi kami akan siap menghadapi masa depan, dengan segala bekal yang kami miliki


Ketika kami berusaha terlihat kuat dan mandiri, bukan berarti kami ambisius dan ingin lebih hebat dari para lelaki. Sebagian hati kecilku berpikir bahwa ada saat dimana kami tidak ingin tergantung pada lelaki. Dan sebagian lainnya bekata, agar ketika mereka melihat kami, mereka berpikir bahwa perempuan ini adalah sosok yang kuat dan mandiri, "aku harus lebih baik dari dia, supaya aku bisa menjaganya agar tetap berpijak di bumi."
Karena bagaimanapun perempuan akan tetap membutuhkan bahu lelaki sebagai tempat ternyaman untuk menumpahkan segalanya.
 Aku gak sabar menunggu saat-saat dimana kami para perempuan yang dodol, hedonis, hura2, gila, galau, cengeng, dan berisik akan berkumpul lagi di masa depan dan berbicara tentang banyak hal. Untuk siapapun yang ada disini, kalian adalah perempuan-perempuan yang selalu hebat dimataku. Terimakasih sudah mau berbagi hidup denganku

Kamis, 01 Maret 2012

short message



maybe I'm not the right person who can decide "yes" or "not"; "right" or "wrong" in one condition
but I exactly know the meaning of comfort
I don't have to tell "why and what the reason is"