Pages

Labels

My Blog List

Followers

Sabtu, 24 Agustus 2013

Direct From God

Saya seorang wanita biasa

Saya susah jatuh cinta, dan saya lama tidak punya pacar

Saya punya kisah cinta, tapi bertepuk sebelah tangan

Tapi tidak penting dengan siapa saja saya pernah jatuh cinta, atau berapa banyak hubungan terjadi tidak seperti yang saya harapkan

Karena pada akhirnya saya tau, siapa yang Engkau pilih untuk bersama saya. Dia, dan semoga memang dia

Memang butuh waktu lama untuk menyadari bahwa setiap tatapan yang tidak disengaja, jantung yang tiba-tiba lebih cepat berdetak setiap kami berdekatan, senyumnya yang tulus tapi dingin atau muka yang kuyu setiap melihat bahunya menjauh dari pandangan, adalah tanda bahwa saya sudah jatuh cinta pada lelaki itu. Ya jatuh cinta sendirian

Saya benci melihatnya mengacuhkan saya, saya benci tidak bisa menjadi dunianya, saya benci menjadi nomor dua,..nomor tiga, saya benci hanya menjadi teman. Saya ingin lebih, saya ingin menjadi wanitanya. Satu-satunya.

Saya benci hanya bisa menulis namanya di kertas yang saya simpan di dalam lemari. Yang kemudian akan saya bakar ketika sewaktu-waktu dia menyebalkan

Saya tau bahwa dunia saya sudah dipenuhi olehnya bertahun-tahun. Dia adalah obsesi yang tidak bisa saya gapai semasa itu.Wajahnya selalu timbul tenggelam dalam ingatan, hatinya yang tidak pernah saya tau seperti apa dan siapa yang mengisinya, tapi dia selalu ada. Dia selalu muncul dengan doanya. Saya menjadikannya orang pertama yang saya butuhkan, yang saya hubungi untuk semua urusan omong kosong saya,hanya  agar dia tetap ada. Dia hidup di hati saya

Saya pernah gila didepan sahabat saya menceritakan betapa sempurnanya lelaki itu, betapa baiknya dia meski bayangannya sudah jarang sekali terlihat. Saya pernah berkata pada mereka, bahwa dengan siapapun lelaki itu sekarang, dengan siapapun dia bersama. Pada akhirnya dia akan menjadi milik saya. Yah kepedean yang luar biasa. Saya bahkan sudah menanggalkan gengsi dan rasa malu saya hanya agar bisa bersamanya.

Saya masih ingat sebuah pesan singkat yang pernah saya kirim untuknya, bahwa dia tidak boleh punya pacar sebelum saya menikah. Karena saya tidak bisa melihat dia bersama orang lain. Saya tidak mau ditinggalkan sebelum saya benar-benar menemukan penggantinya.

Saya heran ketika orang-orang disekitar saya bisa melihat cinta di mata saya untuknya, sedangkan dia sendiri tidak melihatnya. Yah mungkin Engkau punya rencana sendiri kapan harus membuka hatinya.

Allah, ijinkanlah saya, untuk tetap bersamanya. Entah takdirmu berkata ya atau tidak. Hamba sangat berharap bahwa dia adalah yang pertama dan terakhir. Ijinkanlah hamba untuk menjadi lebih baik, memantaskan diri untuk seorang lelaki yang hamba impikan menjadi imam hamba kelak.Lancarkanlah hari-hari kami.

Kalaupun itu tidak terjadi, kuatkanlah kami

Kuatkanlah hati hamba untuk melihatnya bersama orang lain, dan sebaliknya. Tetapkanlah hati kami agar tetap berujung kepada-Mu, bukannya semakin lemah tanpa satu sama lain. Karena sampai saat ini, hamba tidak bisa tanpanya.


Senin, 14 Januari 2013

I'm not READY enough!


Menikah??
     Berapa sih usia ideal menikah untuk kita, para perempuan? Dulu ideal menikah buat saya itu umur 26 tahun. Tapi semakin lama, semakin random pikiran saya tentang pernikahan. Well, saya bersyukur Tuhan mengirimkan sahabat terbaik untuk menjadi pasangan saya sekarang. Saya mau suatu saat menikah dengannya. Tapi saya bukan tipe orang yang hanya bisa hidup dengan cinta saja. Katakanlah saya materialistis. Ah masak iya?? Saya cuma berpikir realistis kok, seiring dengan umur saya yang semakin bertambah. Banyak orang di sekitar saya yang sudah menikah dan saya belajar dari mereka. Mikir juga sih,  

Am I ready enough for it??

Di keluarga saya tidak ada kamus menikah muda,

Selesaikan sekolahmu

Bekerja dengan baik

Kejar semua mimpimu

Penuhi harapan orang tuamu

Menikahlah

    Saya sendiri merasa agak berat dengan tanggung jawab itu. Meski satu-persatu sudah terlewati tanpa terasa. Makanya saya merasa takjub dengan mereka yang sudah menikah. Baik yang menikah muda maupun yang sudah berumur. Saya pikir mereka pasti sudah menyelesaikan tanggung jawab mereka, sehingga bisa memutuskan untuk lepas dari kedua orang tuanya, dan memulai kehidupan yang baru. Saya mengatakan lepas karena ketika kita memutuskan untuk menikah, berarti kita berani untuk tidak bergantung lagi pada orang tua, nggak minta-minta lagi sama orang tua, nggak ngrepotin mereka. Justru sebaliknya, kita yang harus menjaga orang tua kita, memperhatikan mereka. Ribet ya hidup saya hehee. Menikah memang bukan berarti kita menjadi kaya mendadak, tapi setidaknya yaa begitulah. In my opinion, saya percaya menikah membawa berkah dan rejekinya sendiri.
    Menikahlah ketika kamu sudah siap lahir dan batin. Menikahlah ketika kamu tau pasti mau dibuat bagaimana hidupmu pasca menikah nanti. Kata saya pada diri sendiri. Perfeksionis! Itu berlaku sampai sekarang. Menikah karena hamil lebih dulu, menikah karena keburu nggak enak sama orang kampung, menikah karena keburu tua, ahh siapa yang mau berada dalam posisi itu. Saya bilang ke pacar saya, saya nggak mau hidup susah lho nanti. Saya nggak mau setelah kami benar2 menikah (Amin Ya Rabb) ketika susah atau butuh apa kami lari ke orang tua masing2. Minta diurusin ini itu. Saya bukannya kejam sama pacar saya. Tapi saya ingin dia termotivasi dengan kata2, saya nggak mau hidup susah. Semoga dia jadi lebih giat menjalani hidup untuk orang tuanya, keluarganya, dan alhamdulillah kalau untuk saya. Amin. Baca sayang, baca ^_^

     Well, sebagian teman-teman saya sudah menikah. Sebagian sudah punya anak 1, bahkan mau 2. Mungkin besok ketika mereka datang ke pernikahan saya, anak2nya udah pada gede. Hiks sedih juga sih. Sedih karena mereka sudah punya kesibukan sendiri, sedih karena ditinggalin, apalagi kalau sahabat deket. Sedih karena merasa kalah start kesiapan hahaaa

Saya Dora. 24 Tahun. Wanita karier yang masih galau sama pekerjaan. In relationship. Belum siap menikah













Sabtu, 12 Januari 2013

LDR?It happened!


Long Distance Relationship - LDR. Who's find that arggggggh's acronym??? 

   Saya tidak pernah berpikir bahkan tidak pernah merencanakan bahwa kata-kata itu akan menjadi bagian hidup saya. Saya bukan perempuan yang berpengalaman dalam hal in relationship. Bagi saya, yang terpenting adalah dengan siapa dan bagaimana saya berhubungan. Bukan apa hubungannya. Jadi saya tidak terlalu mempermasalahkan ketika dalam waktu yang lama saya menjadi perempuan single & very happy. Hingga akhirnya saya berhenti di orang yang tepat, Tapi tersandung dengan akronim rese itu. Yap, I am the orde of LDR. Saya cuma mau bilang, ternyata menjalaninya lebih berat dari apa yang pernah saya liat atau saya dengar. Hmm sepertinya saya terlalu menyepelekan mereka.

Mungkin otak saya sedang on-off  ketika menasehati seorang sahabat yang juga pelaku LDR, ‘InsyaAllah LDR itu menguatkan Na”. Bukk, …berasa pukulan buat diri sendiri. 

    Bukan tentang jarak, tapi menyatukan waktu. Ya, laki-laki dan perempuan berbeda. Dengan kesibukan yang berbeda, sulit mencari waktu luang satu sama lain. 8 jam bekerja dan ketika sampai dirumah sudah setengah nyawa, yang biasanya bisa langsung nyusruk ke kasur sekarang mau nggak mau harus mengumpulkan sisa tenaga hari ini demi satu sama lain. Kalau perlu mengurangi jatah tidur malam karena saat itulah waktunya ada. Jangan ngantuk, jangan ngantuk, kata saya. Pola hidup saya memang tambah aneh sejak bekerja. Hanya bekerja, makan, dan tidur. Bahkan sekarang akhir pekan buat saya bukan hari untuk refreshing. Tapi hari untuk tidur sebanyak-banyaknya.
     Nggak bisa begitu aja sekarang. Saya harus disadarkan dengan kemarahan, bahwa ada seseorang yang harus saya perhatikan disana, yang selalu menunggu kabar atau membutuhkan saya. Walau kadang saya merasa sia-sia ketika apa yang sudah saya usahakan hari ini, harus berakhir dengan kata-kata, aku tidur duluan ya atau aku pergi dulu ya. Maaf sayang. 
      Bilang maaf itu gampang lho. Memaafkan juga gampang, apalagi bagi mereka yang saling mencintai. Makanya saya benci kata maaf yang terlalu banyak. Bagi saya, kalau masih melakukan kesalahan yang sama, nggak usah kebanyakan minta maaf, mungkin memang kita yang harus membiasakan diri. Bodohnya, saya juga masih melakukan perihal maaf memaafkan itu. Untuk hal yang sepele tapi mematikan. Komunikasi.
Saya benci mengatakan tidak apa-apa atau semuanya baik-baik saja, sementara hati saya sebenarnya sedang berperang melawan pikiran-pikiran jahat, “kalau kamu aku tinggal tidur atau sedang sibuk, kamu masih bisa melakukan kesibukan dengan keluarga, teman, atau apa dan siapalah disekitarmu. Tapi kalau kamu ninggalin aku, ya udah aku nggak bisa apa2, ketemunya paling sama tv, laptop, hp, atau bantal,”  kata saya padanya. DALAM HATI. *Sigh......

Nyesek. That’s my LDR

Saya bukannya takut bahwa dia akan meninggalkan saya selamanya. Saya hanya tidak suka sendirian. Karena ketika tidak ada dia, saya benar-benar sendiri. Dia adalah dunia saya, ketika satu persatu yang lainnya mulai menemukan dunianya masing-masing. Salah! Dia adalah dunia saya sejak dulu, yang selalu ingin saya perjuangkan. Kadang saya kesel kalau dia terlalu sibuk dengan kegiatan yang menyita waktu dan tenaganya, atau ketika dia masih punya banyak hal untuk menyibukkan harinya. Andai saya bisa seperti itu, saya tidak akan terlalu mengganggunya.
Jadi kalau saya tidak dengannya. Entahlah…anggap saja ini keegoisan saya sebagai perempuan yang mulai jengah dengan kata LDR.


I feel so jet lag



Kamis, 27 Desember 2012

Last Word


Dear World,
Saya merasa semakin diberkahi tahun ini,
Saya punya Tuhan, Allah yang tidak pernah meninggalkan saya, bahkan semakin dekat dengan saya
Saya punya Bapak terhebat yang (masih) selalu menjadi lelaki favorit saya, my superman
Saya punya Ibu terhebat yang selalu mentransfer kasih sayangnya dari jauh, yang diam-diam saya rindukan
Saya punya adek terganteng yang makin lama makin kompak sama saya
Saya punya Kakak-kakak yang sudah memberi saya keponakan yang lucu-lucu
Saya didampingi pacar yang sayang sama saya, yang selalu ada dalam doa saya untuk masa depan
Saya mendapat pekerjaan yang menyenangkan, dan masih saya upayakan untuk stay disitu
Saya bisa mengenal teman-teman kantor yang ramah dan bos yang super baik
Saya masih dikelilingi dengan sahabat-sahabat saya meski mereka sudah menyebar di seluruh Indonesia, kami masih bisa berkomunikasi
Hidup memang tidak berjalan sesuai dengan yang saya inginkan
Tapi hidup berjalan sesuai dengan yang saya butuhkan
Enjoy your last 2012

Kamis, 15 November 2012

Life goes ON and ON......


Horeeee, hari ini tepat setahun saya bekerja di Wahana Group. 

    Saya masih ingat begitu banyak keluhan yang saya tumpahkan di blog ini, juga pada teman, sahabat, maupun orang-orang kepo yang selalu nanya, gimana rasanya kerja. Setahun, tidak lantas membuat saya berubah menjadi seorang yang cakap di dunia kerja, atau di kehidupan sekalipun. I am Nothing. Yap setelah 23 tahun saya selalu hidup tanpa beban, hura2, egois tingkat dewi, saya tidak pernah memikirkan bahwa setelah lulus kuliah saya menjadi orang yang lebih pemikir. Karena ternyata, di depan sana, satu demi satu masalah mulai menampakkan diri, seakan-akan berkata, "Well Dora, kamu sudah menunaikan kewajibanmu di sekolah, dan ini saatnya kamu tau problem hidup yang sebenarnya. Sial!!"

      Tapi, ya udah sih……saya tidak ingin merayakan anniversary pekerjaan saya dengan mengingat hal2 yang buruk.  Semuanya masih dalam proses…PROses…dan PROSES. Saya  sih masih merancang-rancang apa yang bisa saya lakukan setelah ini. Hup Hup Semangat Dora!!!!

Jadi apa yaaa yang sudah saya peroleh setahun ini??

Ah yaa, saya bersyukur karena sudah bekerja sebelum saya wisuda. Meskipun agak ngambek juga karena nggak bisa “prepare and party” spt temen2 yang lain, karena waktu yang nggak mendukung. Tapi saya senang akhirnya saya bisa menyelesaikan tahap ini.

Soal kerjaan? 
Hmm kerja di Wahana menyenangkan. Direktur saya baik sekali, nggak pernah marah. Berasa ada pengganti Bapak disini. Teman2 kerja saya juga menyenangkan. Saya berusaha menjadi pribadi yang baik bagi semua orang. Awalnya saya paling muda di kantor ini. Tapi kemudian mulai bermunculan orang2 baru juga. Sekarang saya  punya 2 teman dekat dikantor, Airin dan Ce Sonya. Keduanya masih sebaya, mungkin karena itulah saya merasa klop. Bersama mereka, kerjaan jadi gak begitu membosankan. It’s fun.

Soal gaji?? 
Alhamdulillah saya selalu merasa cukup meski hidup saya alamaaak! Saya sih bukan shopaholic atau gimana2 ya, nggak gila uang nggak gila belanja. Tapi kadang saya merasa sebagai akuntan yang gagal karena tidak bisa mengatur keuangan saya dengan baik. Saya  selalu menghibur diri dengan berkata, be calm Dora, ini masih di awal kerja. Tenang, kamu masih belajar…….*ngelus dada

Oh ya, sekarang saya punya kendaraan dan STNK dengan nama saya sendiri. Bukan bermaksud sombong sih. Tapi agak bangga aja, karena saya beli pake uang saya sendiri. Sepupunya Jeje. Mio Fino Red Classic.Umm I called it Fije. How???  That’s sooo me. Nggak papalah meski dicicil, tapi paling nggak saya sudah invest untuk secuil masa depan saya kelak. Minggu kemarin, Fino datang dari Jogja. Kayak baru ketemu pacar setelah lama LDR, asing. Rasanya nggak rela motor itu dikirim ke Surabaya. Kenapa nggak di Jogja aja sih. Hidupku kan di Jogja bukan di Surabaya (ngamuk dalam hati). Tapi beberapa lama kemudian saya menangis sambil mengelus-elus motor itu. Yah bagaimanapun dia adalah hasil jerih payah saya beberapa waktu ini. Aaa saya sayang sama motor saya. Edisi lebay^^

   Selama setaun ini saya paling galau karena merasa nggak punya temen. Hei Surabaya ini kota besar di Indonesia. Masak iya nggak ada satu dua temen saya yang disini? Kata saya pada hidup. Saya yang biasanya selalu dikelilingi dengan teman, sahabat, maen keroyokan. Tiba2 nyepi aja gitu di Surabaya. Makanya begitu tau kalau Novi diterima kerja di Sutindo Surabaya, rasanya seneng banget. Biarpun cuma sebentar, tapi pasti kenangan2 kecil itu nggak akan terlupakan. Belanja, angkot, Ngopi. Kemudian Kiki, yang biasanya ngumpul cekikikan di kamar kos, eh ternyata kita bisa ketemu di Surabaya, meski cuma semalam. Ada lagi Novi TEP, Bela-belain nonton talkshownya SPBU di SMA 6 sama dia, belagak jadi kimcil. Terus Danar, dia sih kesini buat ketemu pacarnya. Tapi untung dia masih selalu baik. Masih inget sama saya setiap dia ke Surabaya. Awas aja kalo lupa hehee. Terakhir Sabtu kemarin dia datang lagi, bareng Dinar sama Danis, temen kuliah saya juga. Hmmm meski nggak deket2 banget sama mereka, tapi tetep aja begitu ketemu ramenya berasa. Satu lift sama Kevin Aprilio. Ketemu rombongannya Raffi Ahmad *kayaknya, Dinner di nasgor djan*** yang katanya terkenal itu, Museum Kapal Selam, Nonton film perjuangan ditinggal kabur, vierrania. 

Ah yang namanya temen itu emang seru kok. Apalagi tiap jalan mesti pake nyasar duluan. Feeling saya emang sering ngaco.

     Bapak, Ibuk, dan Adit  masih setia memantau saya dari jauh. Belakangan adek saya emang rese, nanya2 setiap ada cowok yang dateng kerumah. Dikira itu pacar saya. Mungkin dia merasa waktu saya untuknya sudah semakin berkurang. Saya paling sayang sama adek saya. Dulu mungkin kami musuh dalam selimut. Tapi lama2 dia sudah tumbuh dewasa dan saya cuma ingin jadi temannya, saya ingin dia lebih baik dari kakak2nya. Hmmm he loves LP too^^. Saya kangen sama mereka, saya berharap kelak bisa tinggal bersama mereka lagi. Ah saya jadi gampang terharu kalo inget mereka dan saya sekarang.

   Teman2 kuliah saya sudah ada yang nikah, sudah pada kerja, ada yang stay, ada yang pindah2 tempat kerja. Oh ya kemarin saya sempat nyoba Tes CPNS Kemenkeu. Tapi gagal. Yang saya tau beberapa teman2 saya dari UNY banyak yang lolos. Selamat ya. Eva sudah di Jakarta sekarang. Sial tambah cakep dia *efek dandan

    dan terakhir adalah pacar saya. Saya tidak pernah membayangkan bahwa semua akan sedetail ini saat hidup saya bersinggungan dengannya. Semuanya masih sama, seperti tahun-tahun sebelumnya. Seperti bertahun-tahun lalu. Saya masih bergetar saat tangan kami tidak sengaja bersentuhan atau saat dia menepuk kepala saya. Dia adalah hal yang bisa membuat saya menangis tanpa alasan dalam doa. Meskipun dia adalah orang yang seharusnya saya ikhlaskan hanya menjadi orang lain saat saya sadar bila mimpi saya patah suatu saat nanti. Mimpi yang sederhana, tidak peduli dengan siapa dia jatuh cinta sekarang atau dengan siapa masa depan kami kelak. Saya hanya tau bahwa pada akhirnya dia akan selalu ada untuk saya. Egois tingkat tinggi memang. Tapi Tuhan baik kok^^



Thanx God

Jumat, 09 November 2012

My beloved pinky

       Saya beruntung pernah merasakan hidup sebagai anak kos. Agak lebay sih, tapi karena itu saya merasa lengkap menjadi mahasiswa. Saya mulai kos di semester ketiga saya kuliah, alasannya karena jadwal kuliah dan kegiatan2 mahasiswa baru bener2 susah dikompromikan dan saya butuh tempat mangkal untuk istirahat. Saya sempat berpindah-pindah tempat kos sampe 3 kali. Terakhir saya tinggal di karangmalang A 43 B, namanya kos pinky.  Kalau denger namanya, saya merasa seakan2 sedang masuk ke dalam kumpulan geng cewek yang catchy imut gitu. Kos ini direkomendasikan oleh temen saya Riezka, dan selanjutnya saya sangat berterimakasih. Karena dia saya mendapatkan sahabat2 baru yang incredible sekali hehee. Kos saya terdiri dari 3 lantai. Ada 32 kamar kalau gak salah. Dan saya tinggal di lantai 1, di kamar pojok yang paling kecil. Tapi gak papalah. Yang penting nyaman. Rasanya semakin nyaman ketika saya mulai kenal dengan sebagian besar tetangga kamar saya.

Rizki, atau biasa dipanggil Kiki. Asli Kebumen, cuma ngapaknya nggak keliatan. Anaknya tomboy, nggak ada femininnya sama sekali, tapi dia sangat suka menolong, apalagi kalau urusan parkir motor. Kadang saya merasa beruntung ada orang yang lebih parah dari saya hehee. Dia cerdas menurut saya dan memang iya sih. Sekarang Kiki masih bertahan di Kos pinky meneruskan S2nya di TEP UGM. Saya yakin kamu akan jadi orang penting, Ki. Saya yakin kamu akan mendapatkan jodoh orang yang hebat juga. Semangatt!

Meyka. Pertama kali dateng ke kos ini, melihat dia, sedetik saya inget sama Sigi Wimala (khilaf). Dia adalah orang paling absurd diantara temen2 kos saya. Saya heran dengan kelakuannya yang kadang seaneh pemikirannya. Tapi saya salut juga dengan kemampuan Meyka mengambil keputusan2 hebat dalam hidupnya.  Dari psikologi ke tata busana, dan akhirnya berhenti disemuanya. Ahh enak banget hidupmu Mey. Sekarang dia tinggal di Pekalongan. Dengan sabar menunggu pacarnya, yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya. Aiihhh dia adalah wanita pertama. Yah saya akan menyebutnya wanita pertama diantara kami. 

Windi. Anak Banyumas. Ngapak juga.  Dia paling muda diantara kami. Masih semester 7 di Pend. Bahasa Sastra Indo UNY. Sering dipanggil anak bontot, tapi badannya bongsor. Iya emang nggak sopan kok. Kamar kosnya selalu jadi markas kami, karena disana ada TV, makanan, dan perawatan kecantikan hehee. Seru bisa berpremanisme sama dia, nggak tau siapa yang beruntung temenan sama siapa. Tapi semoga dia nggak menyesal berteman dengan mbak2 yang menyesatkan ini. Seneng sekali dikos masih ada Kiki sama Windi. Paling nggak kalau saya mau begaool sampe malem di Jogja, saya masih bisa nebeng nginep hehee.

Yuni. Moody girl. Nggak tau gimana ceritanya dia bisa dipanggil umak. Apa emang akunya yang lupa. Ah pokoknya dia adalah ibunya anak-anak. Cuma dia tuh yang pegang BB, yang paketnya selalu buat keroyokan. Dia juga salah satu pemasok K-pop di sela-sela santai saya. Meskipun umak-umak, tapi sama aja kelakuannya. Sama genitnya. Sejak lulus September lalu, dia kembali mengabdi di kampung halamannya Pekalongan. Mungkin dia lagi cari bapak buat kami. Let’s find it beb!

Nana. Ah saya lebih suka manggil dia nenek. Dulu jaman kita masih ngumpul bareng. Dia orang yang paling nyebelin. Yah karena Cuma dia yang punya pacar. Ngenes banget nggak sih perkumpulan saya ini. We’re single ladies and she’s NOT. Ketika menjelang isya, saya Kiki Meyka Yuni Eva dan Windi siap2 cari makan. Eh pacarnya udah nongkrong aja diteras depan. Minta ditimpuk. Untung putus. #Uppsss. Sekarang Nenek tinggal di Bogor, Tangerang dan sekitarnya. Yah dia beredar di waralaba terdekat hahaa. Sukses nek!! Nana itu good advicer saya bilang. Saya cocok sama dia. Everything is gonna be mad when we talk each other. Will you marry me Ne ^^

Eva. Saya harus bilang apa lagi tentang dia ya. Temen kampus, temen maen, temen kos lagi. Dia pasti tercinta-cinta sama saya, karena sudah merekomendasikan kos Pinky sama dia. Dia pasti tercinta-cinta sama saya karena saya baik, lucu, menyenangkan, unforgetable. Dia pasti tercinta-cinta sama saya karena  saya juga tercinta-cinta sama dia. Sayang kami beda usia. My partner in crime. Whatever, saya sepi kalau nggak ada dia. 

Saya cuma setahun tinggal dikos Pinky. Tapi dengan setahun itu saya telah melewati banyak fase-fase manis bersama mereka. Saya yang awalnya malu-malu kucing bergabung dengan mereka, menawarkan facebook saya untuk di add, akhirnya ikut melebur menjadi semakin gila. Nggak tau ya, mungkin bener kalau wanita itu sifatnya komunal. Suka berteman berkelompok. Dan dengan senang hati saya mengatakan mereka adalah genk baru saya lainnya. Mereka adalah keluarga baru saya. Bayangin aja cewek2 bertujuh bangun tidur aja udah numpuk di satu kamar nonton gossip, ngomongin cowok, kuliah, dosen, keluarga. Nyari makan, masak, ngomel2 soal parkir motor, hang out malem2, window shopping. Yah saya masih belum bisa lepas dari jiwa hura-hore pertemanan saya di usia saya yang seharusnya semakin dewasa ini. Hei tapi bukannya teman itu tidak mengenal masa ya hehee. 

  ……….Seseorang pernah berkata pada saya, “kamu terlalu berbagi cinta dengan teman-temanmu”

Kemudian saya bilang padanya. 

“Saya punya banyak cinta untuk dibagi. Untuk orang tua saya, untuk teman-teman saya, dan untuk kamu. Semuanya utuh. Hanya kadarnya saja berbeda. “

 Saya yakin dengan kata-kata saya sendiri. Bahwa tidak ada cinta yang perlu dibandingkan. Semuanya memberi dan tulus. Saya cinta pada Allah karena Dia adalah Tuhan saya, segalanya. Saya cinta orang tua saya karena mereka adalah orang tua saya. Saya cinta teman-teman saya karena mereka adalah teman-teman saya..Get the point Baby ^^