Pages

Labels

My Blog List

Followers

Sabtu, 22 September 2012

Pulang

      Sudah sebulanan saya tidak mengupdate blog. Saya masih hidup. Tapi memang banyak hal yang terjadi kemarin. Lebaran, liburan di Jogja, keluarga, pacar, pernikahan teman, dan hal2 membahagiakan lainnya. 

Anatole France bilang, Para pencinta yang benar2 mencintai tidak akan pernah menuliskan semua kebahagiaan mereka.

Ya, mungkin saya sedang dalam posisi ternyaman dan  tidak sempat menuliskan satu persatu kebahagiaan itu.
Sampai hari ini saya mendengar kabar bahwa Bapak dari seorang teman juga sahabat  yang saya kenal sejak TK, Galuh atau saya lebih sering memanggilnya dewik, meninggal. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.
Karena inilah saya keluar dari zona persembunyian. Saya selalu terjatuh ketika mendengar berita kematian (lagi). Disini, tidak ada yang bisa saya andalkan selain gagdet2 yang ada, sebagai teman. Sayur yang saya makan pun bertambah asin karena saya menangis. Saya bingung tidak bisa berbuat apa2 selain berdoa. Kali kedua saya tidak bisa hadir disamping sahabat saya ketika mereka (mungkin) membutuhkan dukungan saya. Saya merasa gagal.

Semakin dewasa, saya semakin mengerti arti kata meninggal. Sedihnya, kalau mereka yang berpulang adalah orang yang kita kenal. Nyesek...

Bapak Markus, buat saya beliau adalah sosok yang menyenangkan dan santai. Semoga amal perbuatan Bapaknya Dewik diterima Allah SWT, dan keluarga besar diberi ketabahan serta kekuatan. Saya senang dengan keluarganya Dewik. Keluarga mereka welcome sekali dengan saya. Keluarga kami saling mengenal dalam pertemanan ini. Walau semakin lama kami semakin jarang bertemu karena hidup yang berjalan. Ketika mendengar berita itu, saya berpikir bahwa, saya tidak akan bisa bertemu dengan beliau lagi, atau bercengkerama. Rasanya pasti berbeda. Saya jadi kangen pada hidup saya 10 tahun yang lalu.

Lalu bagaimana bila itu terjadi pada saya. Tiba-tiba saya jadi ingin pulang,  memeluk Bapak Ibu saya. Dan tidak usah kemana-mana lagi.

hope

Aku tidak pernah tau bagaimana cara Allah membuat semesta bekerja
Tapi aku benar-benar kagum pada takdir yang dibuatnya
Aku pernah mengatakan ini sebelumnya
Bahwa ketika aku mulai berbicara tentangmu
Semuanya akan menjadi berlebihan
Jadi aku akan diam saja
Mencintaimu dalam diam, seperti pengagum rahasia

Yang kelak akan menemukanku diantara ribuan bahkan jutaan keindahan di dunia, karena aku yang terburuk  atau berbeda. Tapi aku akan suka jika dia adalah kamu
Aku menjadi diri sendiri saat berhadapan denganmu dan kubongkar semuaku.
Aku yang tidak peduli bagaimana pandanganmu terhadapku. Karena bagiku, akan jadi apa kamu untukku kelak, kau akan tetap menggenggamku. Aku percaya

Kamu,
Yang akan membuatku tertunduk karena aku tidak berani menatap matamu, bukan karena aku takut
Tapi karena aku tau aku akan makin terjatuh mencintaimu. lalu bagaimana jika kelak kau terlepas dari genggamanku. Ahh aku tidak mau kau memikirkan jawabannya

Kamu
Yang membuatku yakin, bahwa nanti saat aku terlalu letih bekerja, aku akan dengan senang hati pulang kerumah, memasak meski tidak seenak masakan ibumu, melayanimu meski dengan berantakan, dan menjaga hidup bersamamu. Ini bukan janji sayang, tapi kemauanku.
Aku tahu aku bukan gadis yang baik, tapi aku tidak tahu kenapa aku sangat ingin kamu yang menyempurnakan kebaikan itu
Aku tau aku hanya cukup menjadi makmummu yang baik, dan kamu. yah kamu yang akan membawaku ke Surga. Aku ingin kelak kita juga berjumpa disana, sebagai pasangan yang diberkahi Allah


Ketika kamu tidak bisa kutemukan dimanapun
Aku akan mencarimu dalam doaku
Bukan untukku
atau duniaku
Hanya karena Tuhan kita satu


Minggu, 05 Agustus 2012

Percakapan (Singkat)

Pokoknya kamu nggak boleh punya pacar sebelum aku punya suami. Atau kamu yang takpaksa nikah sama aku, kata saya pada seorang sahabat. Ekstrem dan egois tingkat dewi.
Boleh tu pilihan yang terakhir. Tapi kok terpaksa?Masak nikah karena terpaksa, terpaksa cinta atau karena nggak ada pilihannya, jawab sahabat saya.
Saya memang kelewatan kalau sama dia.

                                                        ******

Buk, doain ya biar aku lolos, kata saya.
Ya, apapun itu diawali pake bismillah, jawab Ibu saya. Via telepon.

                                                        ******
Buka pake apa Dek, tanya Bapak saya.
Pake lele Pak, dirumah makan apa, kata saya.
Ini goreng telor, sambel, sama mi. Jawab Beliau.
Lho Ibuk nggak masak??
Nggak, beli. Jawab Bapak lagi.

Saya hampir menangis, seharusnya saya (kami) anak-anak perempuanmu, masih punya banyak waktu untuk memasak dan menyiapkan buka puasa kalian berdua.

                                                      ******

Ghibah itu apa, tanya seorang teman kantor yang non muslim.
Ghibah itu kegiatan membicarakan orang lain atau ngrasani (IMO).
Ooh, kalau Hibah itu yang memberi ya, katanya.
Iya. Kalau gabah?, Saya balik bertanya.

                                                    *******

Kok kamu keliru-keliru terus, kamu punya pacar ya?, kata Direktur saya.
Lho apa hubungannya sama pacar Pak?, tanya saya. #cross finger.

                                                    *******

Aku dah pesen tiket 3. Tanggal 16 Agustus jam 8 malam. Jam 7 harus dah sampe garasi. OK.
Sebuah pesan singkat dari Kakak saya.
I can feel it. Mudik :)

                                                   *******

No ini akan segera dinon aktifkan. Jadi kalian nggak akan aku ganggu-ganggu lagi. Maaf, terimakasih, dan selamat tinggal. Pesan seorang sahabat pada saya. Katakan saya bisa apa?

                                                   *******

Kata saya pada seorang sahabat yang mau ujian pendadaran.
Haa kok suwe banget. Selak kadaluarsa revisine. Moga-moga lancar yo Le. Sopo tim suksese?
Lha kui Anggit wes lungo. Dadi raono tim sukses. Biasane sing paling semangat kan Anggit. Saiki raono sosok penggantine, jawabnya.
Sahabat saya itu, dinyatakan lulus dengan revisi 19 Juli kemarin :)

Semoga sukses Kakak.
sent by Rizki pinky. 28 Juli 2012

Jumat, 20 Juli 2012

Salam :))


  Dua Tahun yang lalu, saya menikmati bulan Ramadhan di sebuah kampung, dengan teman-teman baru saya. Kuliah Kerja Nyata kami menyebutnya. Pengalaman itu sangat berkesan bagi saya dan menjadi bagian hidup yang tak terlupakan.

   Setahun yang lalu, saya melewati bulan Ramadhan di Kos Pinky Karangmalang bersama sahabat-sahabat saya yang hore. Selama hampir 2 minggu juga sempat saya habiskan di PTPN dan kamar kos kecil di tengah Kota Semarang sambil mengerjakan skripsi. Menyepi. 

   Tahun ini, bisa dipastikan saya menghabiskan bulan Ramadhan di Kota Surabaya. Mungkin cuma sisa beberapa hari saja saya bisa berpuasa di Jogja, di rumah. Suatu kegiatan yang selama beberapa tahun ini jarang saya lakukan bersama keluarga. Entah karena saya yang lebih sering tinggal dikos atau karena kesibukan saya sendiri. Tapi saya sadar kalau saya semakin menghilang dari kehidupan rumah maupun desa. Saya seakan-akan meninggalkan dan hanya menjadi tamu di desa saya sendiri. Bulan puasa ini, sesuatu yang saya rindukan, lebih dari sekedar euphoria kemeriahan orang-orang berjualan menu berbuka di lembah UGM, sudut-sudut Karangmalang, atau melihat kembang api dari lt. 3 Kos. Saya rindu menemani adek-adek takjilan dimasjid, atau membeli jajan buka puasa, badminton sama adek, bersih-bersih rumah sama Bapak saya, sementara Ibuk dengan rempongnya memasak dan mengantar makanan untuk simbah saya hingga lupa berbuka. Saya semakin jauh dari kebahagiaan yang sederhana itu.  Saya rindu bulan Ramadhan yang seperti itu.

      Jujur saya agak pesimis dengan Bulan Ramadhan kali ini, ada kekhawatiran bahwa saya tidak bisa melakukan ibadah sebaik atau harusnya lebih baik dari tahun lalu. Surabaya tidak seperti Jogja pastinya. Yah anggap saja ini sudah biasa bagi saya, hidup nomaden, jauh dari keluarga dan orang-orang yang bisa saling mendukung. Kali ini saya harus mengusahakan eksistensi keislaman saya by myself.  Kemarin otak saya masih abstrak membayangkan, How??? Saya tidak pernah merasa sesendiri ini. Tapi hari ini Allah memudahkan segalanya. Dan di sudut Kota Surabaya yang ruwet, saya bisa sholat tarawih ditengah alam terbuka. Menatap langit dan menikmati angin yang semilir. Alhamdulillah, saya bisa memulai Ramadhan ini dengan baik. InsyaAllah. Saya berharap saya bisa tetap menjaga hati saya untuk Ramadhan, untuk Allah. Semoga bulan ini saya tidak begitu dipusingkan dengan tumpukan pekerjaan dikantor, dan harus bisa mengurangi jatah nge-tweet sehingga saya bisa lebih punya banyak waktu untuk konsentrasi pada ibadah. Terimakasih untuk yang selalu menguatkan saya, dan membuat saya semakin mencintai Allah, semoga Allah mentakdirkan kebaikan untukmu.
Selamat berpuasa semua, maaf kalau saya punya salah dan mungkin pernah mengacau pada kalian semua. Semoga bulan ini membawa berkah bagi kita semua dan menjadi kekuatan saya untuk bisa lebih baik lagi nantinya. Untuk dunia dan akhirat.

Minggu, 01 Juli 2012

Fellaz..


Aku selalu ragu untuk menceritakan tentang mereka.  Bagaimana menganggap mereka di duniaku. Aku pikir gak akan pernah habis kisah yang kami buat, dan aku tidak mau menyebut mereka sebagai kisah klasik untuk masa depan. Karena sampai saat ini dan di masa depan nanti, kami masih dan akan selalu membuat kisah. Adit menyebutnya, The Incredible Right Wings. Sayap kanan. Cuma karena semasa kuliah kita selalu duduk di sisi kanan kelas. Serombongan kaum troublemaker yang berisik, dan seenaknya. Whatever :p.
Tiara: Dia adalah orang yang selalu mengingatkan saya akan Tuhan. Melihat Tiara, seperti melihat biografi tumbuh kembang anak nakal yang tiba2 direhabilitasi lalu sembuh hahaaa. Aku selalu suka kamu tiara. Seperti apapun bentukmu sekarang. Trimakasih atas semua doa baik yang kamu beri padaku. Dan Mas romi adalah hadiah Allah untukmu :)
Adit: Seingetku, ketika kami kuliah Bahasa Indonesia, aku melihat bocah unyu ini loncat2, menghentak2kan kaki ke box kayu yang biasanya dipake pijakan di bawah papan tulis. "Ini orang namanya siapa sih, kok gila?" ,tanyaku sama Putra. Dan sejak itu, aku tau dia adalah the best partner I ever had.  For everything happens. Aku tau kamu sebenarnya bisa melakukan lebih dari sekarang.

Liyak: Miss everything. Aku selalu kagum sama dia. Pinter, dan tau semua hal. NBL, Badminton, Musik, Jogja, Anak gaul deh hehee. Pantes sih kalo dia jadi ibunya anak2. Walau kadang she’ll be a mysterious girl. Thanx for the lyrics and universe, mother

Putra: temen yang kukenal dari awal aku masuk kampus karena kita satu gugus. Dia adalah Mr. DramaKing versi ku hehee. Apapun yang terjadi dalam hidupmu, don’t blame anyone. It’s your life be, actually. Semoga suatu saat kamu menemukan wanita yang pantas untuk kamu perjuangkan dan sebaliknya.

Icol: Andai dia mau usaha menambah sedikit berat badan aja, dia akan lebih ganteng. Sayang dia cemen kalau urusan kemandirian. Ke Surabaya aja nggak berani, atau dia memang berhati mulia, dengan memilih membangun desanya sendiri?hehee, semoga kamu sukses dijogja col.Ojo simbah-simbah ae 

Novita: Anak gunung, cuek, berani, bahkan terlalu berani. Kebalikan dari orang diatas. Dia memilih keluar dari Kartu keluarganya di Medan, memulai hidup sendiri di Jawa. Iri banget jadi dia, bisa melancong kemana2. So amazing. I'm glad you here

U: babi satu ini, adalah mahasiswa yang sangat berkembang di Jogja. Memulai semua dari nol. Membangun hidupnya sendiri di jogja. Mengingat momen dari kemana-mana selalu jalan kaki, hingga akhirnya nemenin ke dealer buat beli motor itu rasanya seperti  ngrasain senengnya melihat perkembangan buah hati hehee. You, promise me to have a wedding in jogja. How is Life, Palembang???

Arini: Gadis yang gak bisa ditinggal sama adit. Arrgh kadang gemes sama cewek satu ini. Tapi ketelatenannya sebagai wanita adalah pelajaran buatku. Trimakasih mau berbagi Adit dengan kami semua. Kamar Kosmu adalah surga kami Al. Dan disanalah kita semua berkembang.

Danar: Diantara teman-teman cowok yang lain, aku merasa paling nyambung sama dia. Bukan karena kita lahir barengan. Kentang arab satu ini adalah teman ngobrol yang gak membosankan, dia selalu punya pandangan yang luas, tentang apa saja dan pintar membawa diri. Nice to know your Luki, boy.

Dita: How to imagine dita in your life, hehee? Dita itu ambisius sama seperti aku. Sensitif juga. Dia sangat menjaga dan mencintai kami. Itu yang aku tau.  Dia adalah pejuang untuk keluarga dan dirinya sendiri.Semoga dia cepat menikah :) 

Teteh: Urang bandung yang tomboy dan fun. Gak pernah liat dia galau.Suka menolong iya Pinter akademik dan jago basket juga. Gak adil ini. Teh, jangan jadi suster dulu ya, nanti aja kalau aku udah nikah dan ngumpul2 hehee.

Eva: Aku sudah sering membicarakannya, dan kali ini aku tau. Kalau dia adalah seorang cowok. Dia pasti sudah jadi pacarku, mantan, atau orang yang pernah aku cintai. Untung dia cewek.

Fe: Anak gaul jogja. Supel dan baik sama orang. Aku tau, meski kita gak ada. Kamu masih punya  ribuan teman yang menanti.  Tapi kayaknya kamu perlu mengurangi waktu maenmu deh sayang hehee. 
 
Yongki: Anak akuntansi yang bisa kerja di dokter gigi ya dia. Yang kata Ocha lumayan ganteng. Cuma gak tau kenapa temen2 laki sering bgt ngeceng-cengin dia soal cewek. Ah lelaki.Apa Kabar KAI Mas?

Arum: Setaun satu kamar kos sama dia, bikin aku sadar kalau aku ini bukan apa2. Perfeksionis dan cerdas. Dia sangat berdedikasi dalam belajar. Biarpun gak tidur dijabanin dah. Don’t  compare her with me hehee. Dia adalah penolong akademis kami . Blue lovers.

Diah: Adek kecil kami yang pas pembagian jatah ketawa sama Tuhan, dia dikasih lebih banyak.  Udah setaunan gak ketemu sama dia, dengan kesibukannya skripsi di kantor audit Jakarta dulu. Songong emang tuh anak, untung pacarnya ganteng.


Ocha: Wanita yang lembut dan dewasa. Bener2 bikin aku minder. Kapan ya aku bisa jadi wanita yang anggun. Semoga kamu mendapatkan karir yang oke dan jadi istri yang baik kelak buat mas Dimas :)

Itak: Ocha dan Itak itu macam kembar siam aja. Aku deket sama Itak di saat-saat terakhir kami menjadi mahasiswa, dia adalah partner in “skripsi”ku hehee. Kemana2 berdua, atau bertiga sama Anggit. Itak  adalah orang yang menyenangkan. Salah satu teman wanita yang gak membosankan.

Anggit: Aku selalu kagum dengan orang yang berani mengambil langkah besar untuk hidupnya. Dan Anggit adalah salah satunya. Meski masih beradaptasi, tapi dengan menikmati pekerjaannya di Samarinda sana, aku tau suatu saat dia akan menjadi sesuatu. Hei guys, contohlah dia!Berani mengambil resiko.

Maida: Cowok ini seringnya aku liat sama anas. Anak2 jauh lebih kenal dialah daripada aku. Suka banget maen games. CMIW??jangan lupa kalo mo sholat, dibilas 7 kali ya da heheee

Anas: Cowok cuek dan pendiam. Kayaknya dia angkatan tua deh hahaaa.  Dia jarang ngumpul sama kami. Ayok mas, dikejar skripsinya biar gak ditinggal sama anak2. Kurangi juga rokoknya, ntar bengek lho.
Ucup: Namanya sih keren, Yusuf. Aku mengenalnya lebih lama diantara semua. Dia, orang yang famous di kampus kami. Aku berharap dia tidak berlama-lama dikampus. Karena hidupnya akan lebih berharga daripada yang sekarang dia nikmati. Dia adalah pahlawan bagi keluarganya :)

Hilmi: Seorang yang setia kawan. Aku baru sadar bahwa dia sangat potensial, ketika ada seorang cewek yang tergila-gila padanya heheee. Aku seneng sekarang kamu rajin hil, cepet wisuda ya

Julius: Cowok ini cueknya gak ketulungan, untung ganteng, cerdas lagi. Jangan males jul, kerjain skripsimu. Demi Yoona. Jadi mikir, kira2 dalam momen apa aku bisa ketemu kamu nanti hehee

Hendri: Aku tidak tau sejak kapan dia mulai tertular penyakit kami, mungkin aku harus bertanya pada adit, dan kenapa tiba2 aku dicomblangin sama dia. Gak ada bahan anak2 itu. Semoga kamu sukses dengan kerjaanmu di Pati (apa dimana ya hehee), jadilah yang baik diantara kami be :)

Fajar: gak nyangka kan kalo orang kayak gini sekarang jadi bea cukai di ngurah Rai. Haaa ngarep banget bisa liburan rame2 kesana. Meskipun kami Cuma kenal beberapa tahun, tapi semoga hubungan kami tetap baik. Doakan kami  sukses kayak kamu, kebumen!

Seperti lirik Sheila On Seven, aku selalu berpendapat bahwa merekalah yang terhebat. Diantara banyak masa-masa yang kulalui. Di masa kuliah inilah aku menemukan dunia. Mereka adalah rumah, tempat aku pulang, saat aku bahagia bahkan terjatuh. Mereka adalah tangan dan kaki yang secara tak sadar menuntunku untuk belajar, yang tau bagaimana seharusnya aku berjalan. Mereka adalah mata yang bisa membantuku melihat dunia. Dan mereka adalah hati, tempat dimana aku bisa jatuh cinta setiap hari,  yang aku ingin dianggap dekat, ingin kuanggap tau segalanya. Dan keikhlasan ini mengalir diantara kami. Aku bersyukur, bersama mereka, merangkai mimpi, mengawali hidup dari jebolan anak SMA, meniti karir sebagai mahasiwa Jogja bareng2,  hingga saat ini, kami terpisah di berbagai kota di Indonesia. Aku tidak bisa berhenti bersyukur dan tersenyum ketika masih bisa menemukan atau berkumpul bersama salah satu dari mereka di suatu kota lain, dan bukan di Jogja. Ahh aku bisa tiba2 lupa kalau aku habis patah hati. 

Orang-orang somplak itu benar2 mengalihkan duniaku.

Aku tidak tau bagaimana arti keberadaanku bagi teman-temanku. Tapi Aku ingin tau bagaimana aku dikenang oleh mereka. Terimakasih telah mau menjadi bagian dari duniaku. Mengiringi hidup bersama mereka membuat pandanganku semakin luas. Mereka selalu membangunkan ambisiku untuk berbuat lebih baik dari ini, karena kami tau kami bisa. 

Aku selalu setuju bahwa dilingkungan mana kita berada, disitulah kita akan menjadi seperti apa.


Kami masih akan punya banyak cerita lagi, bahkan yang tidak sempat diabadikan

Minggu, 17 Juni 2012

On May


    Malam itu, ketika sedang bersama Novita, pikiranku terhenti saat menerima pesan dari Putra, bahwa salah satu teman sekelas kami di Akuntansi meninggal dunia, karena kecelakaan. Speechless, suasana café sudah tidak bisa mendukung kami untuk tertawa. 

Kematian, aku benci harus menuliskan tentang kamu. Tiba-tiba datang dan mengambil satu-persatu yang kukenal, yang kucintai. 

Dan Trizalpha Aprida, aku bahkan belum percaya bahwa telah menuliskan namanya.
Maaf kalau aku tidak pantas untuk bercerita tentang dia, karena ketidakmampuanku untuk menjadi teman terbaik dari setiap orang yang kukenal. Tapi aku memang merasa beruntung pernah mengenalnya, menjadi temannya selama 4 tahun ini.  Pribadi yang menyenangkan dan apa adanya. Surabaya – Palembang, Jogja – Palembang, Jakarta – Palembang. Samarinda – Palembang, Jawa – Palembang. Kami terpisah dengan teman dari kelas Artis kami. Bahkan disaat terakhirnya. Maaf Zalpha, kami tidak mampu untuk itu. Hanya doa yang bisa kami kirim untukmu. Mungkin sulit untuk membayangkan bahwa ketika kami sedang bersama nanti, dan kau tidak ada, tidak akan muncul kembali. 

   Setiap kali mendengar berita orang terdekat meninggal, kebodohanku selalu keluar. Bisakah aku bertanya padanya, bagaimana rasanya? Apa dia bisa menyaksikan seberapa banyak orang yang mengiringi kepergiannya, mendoakannya, merasa kehilangannya. Apa dia tersenyum atau menangis??? Bagaimana bila itu terjadi padaku. Apa yang bisa aku berikan untuk mereka yang ada di dunia, untuk orang tuaku, dan untukku sendiri di akhirat nanti. Yang terbaik adalah selalu membayangkan bahwa aku akan meninggal esok pagi, sehingga tidak ada waktu yang terbuang percuma selain untuk Allah. 

Dan Trizalpha Aprida, aku berusaha percaya ini adalah yang terbaik, dan Allah sangat sayang padamu. Allah menaungimu dalam kebaikan. Dan Jika kamu adalah jawabannya, semoga  ini menjadi peringatan bagi kami semua. Terimakasih, telah memberiku arti hidup yang tidak abadi, yang tidak terbaca oleh siapapun.
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un



Bye, our beloved sista, beloved friend

Sabtu, 12 Mei 2012

Tentang Hidup : Memanusiakan Manusia

     Manusia diciptakan untuk menjadi makhluk Tuhan yang paling baik, dilahirkan dengan tujuan yang baik pula. Kenapa harus menjadi buruk dan dibenci yang lainnya jika kita bisa menjadi baik. 

Perhatikanlah apa yang hidup tidak ajarkan padamu, tentang memanusiakan manusia??

    Ada saatnya kita merasa jenuh dan kesal dengan yang lainnya, kemudian memperlakukan mereka  semau kita. Tapi apakah kemudian kepuasan itu akan datang ke kita?? Jawaban iya akan diperoleh dari mereka yang punya rasa dendam. Dan memang kita semua punya rasa itu. Tapi bagaimana kita membuat dendam itu tidak pantas untuk kita miliki dan menggantinya dengan legowo. 

Adalah sulit memulai sesuatu yang baik

Perbuatan baik awalnya akan kamu lakukan secara terpaksa, setelah itu kamu akan bisa, kemudian kamu akan terbiasa, hingga tanpa disadari orang disekitar kamu akan berkata, Kamu luar biasa
(NN, WCC)

Bahagia itu kita yang rasakan. Sebesar apapun, kalau kita tidak menganggapnya, ya seperti itulah kita. Begitu juga sebaliknya. Bahagia itu kita yang menciptakan. Bahagia itu pilihan yang sebenarnya bisa kita upayakan.

Menjadi yang tidak dipercaya,
Menjadi yang dipandang negatif,
Menjadi yang selalu dibicarakan,
Menjadi tempat makian,
Menjadi yang ditinggalkan,
Menjadi yang direndahkan,

Sulit untuk berkata pada hati, “abaikan saja!”
Tapi cobalah…….

Tinggikan dirimu dan pandanglah kamu tidak pantas menjadi seperti itu. Karena hanya dengan menjadi lebih bijak kamu disebut pemenang, dan itu lebih membahagiakan daripada terlihat menang tapi buruk dihatinya.
Apapun, akan mendapatkan kompensasinya di waktu yang akan datang, dihadapan Tuhan. Baik atau buruk, tergantung bagaimana kita menjalaninya. Sekarang.

Memaafkan dan meminta maaf. Semuanya baik. Keduanya memberi kesempatan pada kita untuk membuang nafas lega dan berkata, akhirnya!! Keduanya membuka peluang untuk kita, memikirkan hal lainnya. Memperkecil kemungkinan apa yang disebut masalah.

Meminta maaf tidak membuat kamu menjadi manusia yang direndahkan, tapi  membuatmu rendah hati. Memaafkan tidak membuat kamu menjadi manusia yang ditinggikan, tapi menjadikanmu besar hati.

Sekolah pernah mengajarkanmu tentang ikhlas, tentang maaf, tantang segala ilmu dunia. Tapi untuk menghadapinya, kenalilah hidup. Tantanglah dirimu sendiri. Apa kamu bisa???

Saya bukan Mario Teguh yang semua ucapannya bisa membuat orang berkata, Itu Gue Banget!! Saya hanya tau bahwa menurut saya itu benar, apa yang saya katakan adalah apa yang saya pikirkan, apa yang saya usahakan untuk dilakukan. Untuk menjadi orang baik. Tidak ada yang salah dengan keinginan meningkatkan kualitas diri. Karena tidak ada orang lain yang bisa menyebut hidup saya bahagia jika bukan  saya yang memegang kendalinya. Dan mereka yang disekitar saya, adalah pendukung yang luar biasa, yang pantas untuk bahagia juga, yang pantas saya sebut manusia. Karena saya juga ingin dimanusiakan. Karena kita punya posisi yang sama di hadapan Tuhan.




"Take everything from the inside, and just throw it all away"-From the Inside