Pages

Labels

My Blog List

Followers

Kamis, 01 Maret 2012

Kepada : orang dewasa

Mereka yang mengaku orang dewasa
Mereka tahu tapi mengabaikan
aku punya dunia dan aku akan baik-baik saja

Mereka yang mengaku orang dewasa
Mereka tahu tapi tidak mau tahu
Aku bukan masalahnya dan aku bukan masa depan yang tertunda

Mereka yang mengaku orang dewasa
Mereka tahu tapi bisu
Aku benci menuliskan kesedihan

Mereka yang mengaku orang dewasa
Mereka tahu tapi tidak tahu


Aku tidak ingin disini
Aku tidak ingin disana
Aku ingin disurga saja
Membuang sedihku ke dunia

Atau harus kuberikan seribu cermin untuk berkaca???

Minggu, 12 Februari 2012

Sehat ala saya


     Kalau kalian ragu dan gak percaya aku ngomong soal kesehatan, ya bolehlah. Tapi gak tau kenapa, feelingku mengatakan skill-ku dalam hal mengkonsumsi makanan sehat terutama buah-buahan sangat kuat. Gak salah kali kalau temenku ngatain aku kampret, Cuma karena aku hobi makan buah. Kampret tu orang (Oppsss!Kiss Dyah Ismiyati^^). Aku adalah orang yang sangat percaya bahwa mengkonsumsi buah adalah salah satu jalan praktis yang bisa kita lakukan untuk hidup sehat. (ecieee cakep bener omongan kamu Dora). Aku suka mengkonsumsi buah-buahan, apapun yang bisa dimakan. (Kok kata mengkonsumsi bikin aku keinget sama narkoba ya, keseringan nonton berita kayaknya ni). Kebiasaan ‘mengalong’ ini terjadi setiap hari dan menjadi semakin istimewa di musim-musim tertentu. Musim mangga, musim rambutan, musim duren dan teman-temannya. Wah kalap deh. Tapi kalo musim buah lagi sekarat, buah talok aja diembat. Hehee gak segitunya juga sih. FYI, buah talok itu bentuknya bulet, kecil kayak ceri, rasanya legit banget. Biasanya tumbuh liar di pekarangan dan dipetikin sama anak-anak kecil. Tapi aku pernah  ngliat sampe ada Ibu-ibu  yang sengaja memanen talok. Pertanyaannya berapa kali dia harus mendongak ke atas mencari-mencari? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan sekilo talok?dan berapa ratus bijikah buah talok sekilo itu?? Oke ini semakin absurd.  Menurutku, selain dibuat rujak, buah-buahan itu paling enak dibuat salad. Gak ada yang ngalahin adonan buah-buahan yang disiram mayonnaise sama susu bertabur keju.*ngiler beneran. Selain salad, buah juga sering disajikan dalam juice packaging. Liat aja sekarang banyak banget outlet2 juice bertebaran di pinggir jalan dan mall2. Ngomong2 nulis juice tu agak susah dan butuh waktu, jadi mulai sekarang aku samarkan juice menjadi jus.
      Setiap buah-buahan mempunyai kandungan gizinya masing-masing. Misalnya, 
Apel, dipercaya sebagai makanan diet yang oke dan bisa menurunkan kolesterol. Seratnya membantu proses pencernaan.
Alpukat, banyak yang bilang kalau makan alpukat bisa bikin gemuk. Padahal alpukat bisa juga menurunkan kolesterol, sebagai obat malnutrisi dan kulit kering. (Kepikiran lotion badan pake jus alpukat nih)
Pisang, adalah buah yang baik untuk pembentukan enzim dan sebagai mengatasi kelelahan. Jadi buat kalian yang super2 sibuk, bawalah pisang setiap hari sebagai bekal ya.
Strawberry, kandungan vitamin A dan C-nya emang oke nih. Apalagi jus strawberry campur susu. Yummy!!
Wortel, semua orang juga tau kalau kandungan vitamin A pda wortel sangat baik untuk kesehatan mata dan beta karoten pencegah kanker. Tapi entah kenapa aku gak doyan jus ortel. Gak pernah nyoba juga sih. Wortel bisa dicampur dengan buah dan sayuran lain seperti seledri, bawang putih, dan tomat sebagai obat asma. Iya ya resepnya kayak mo bikin sop. Oh kalau kamu gak suka sama serat2nya, mending pake juicer aja jangan blender.
Jeruk, vitamin C-nya yang tinggi sangat baik untuk menghilangkan lemak dan sebagai obat batuk pilek.
Mentimun, menurut buku yang aku baca buah ini kaya akan silicon dan fluorin (mikir, apaan tuh ya). Mentimun bisa digunakan untuk mengobati gigitan serangga dan kulit terbakar matahari. Tapi mentimun paling enak buatku ya jadi acar, bukan jus.
Jambu, mengandung banyak vitamin C. Tapi gak enak kalo kamu minum jus jambu beserta isi-isinya. Kata Ibu bisa usus buntu. Biarpun temenku pernah keracunan jus jambu dan gak pernah mau lagi nyentuh jus jambu. Buatku jus jambu itu enak banget.

      Meskipun ada banyak buah-buahan yang bisa dibuat jus, tapi ada beberapa buah yang menurutku lebih enak dimakan langsung sebagai camilan daripada harus menglahnya menjadi jus.
Pertama buah apel. Aku suka jus apel, biarpun lebih enak ssari apel sih. Tapi kamu juga tau kalo kamu gak segera meminumnya, beberapa menit kemudian warna jusnya akan berubah menjadi kecoklatan. Menurutku itu gak menarik. Kedua buah belimbing, awalnya aku bikin jus belimbing sama ponakanku. Setelah aku masukin semua bahannya ke blender, tiba2 aja si Sosol itu mencet tombol on. Padahal tutup blendernya masih kupegang. Alhasil kita dan dapur belepotan semua. Dan ketika kujilat rasanya  gak enak. Kemudian Nangka dan duren. Gals buah ini buah mahal dan aku prefer makan buah ini bulat-bulat daripada harus mengolahnya dulu menjadi jus. Aroma mereka tidak mau menunggu. Semangka. Buah ini sebenarnya enak lho kalau dijus. Meskipun dulu sempet ada yang bilang kalau makan semangka sama gula itu  itu bisa menyebabkan kematian. Aku juga gak tau kenapa ada orang dodol yang percaya begituan dan itu adalah aku. Jauh sebelum aku menemukan jus semangka. Tapi buah semangka ngefek sama orang yang punya darah rendah sih. Ati2 aja kalau kumat. (Sebenernya curhat kali ya, gara2 kumatan kalo makan semangka, aku jadi dilemma sama si merah satu ini). Anggur juga lebih enak kalau dimakan langsung. Karena buatku, anggur dibuat jus itu=hilang rasa anggurnya. Selanjutnya sawo, buah lokal yang manis. Tapi perhatiin deh kalau kita habis minum jus sawo, pasti bibir kita berasa lengket2 kena getah.  G asik. Tapi aku tetep doyan kok^^. Pisang, well g usah dibayangin kalau gak bisa. Buatku jus pisang mungkin hanya cocok untuk makanan bayi. Inget gak dulu kalo makan pisang ambon diserut pake sendok???
     Ternyata buku saku dari Interaksa ini sangat membantu kelangsungan hidup sehatku. Semoga apa yang kita perbincangkan kali ini buat kalian juga. (Berdoa serius, semoga informasinya bener). Intinya, yang pertama harus kamu lakukan untuk bergaya hidup sehat adalah cuci tanganmu sebelum makan.
Selamat mencoba!

Rabu, 08 Februari 2012

Superman

.
Bapak atau Ayah atau Papa atau daddy atau Bokap, entah bagaimana kalian menyebutnya,  beliau adalah Bapak atau Ayah atau Papa atau daddy atau Bokap kita. Yah semua orang juga tau itu^^. Aku sih manggilnya Bapak. Bapakku seorang pensiunan pegawai negeri biasa, Beliau bukan lulusan Universitas ternama dan tidak bergelar. Tapi gak nyangka kalau di usia mudanya dia sudah pernah melanglang buana keluar negeri sebagai ABK dan tentu aja waktu itu aku belum lahir. Aku pernah menemukan sebuah diary diantara  tumpukan buku di gudang. (ya, bapakku nulis Diary, TAPI BUKAN DIARY YANG ISINYA BIODATA MAFA sama MIFA ITU). Dan dari situlah aku tau kisahnya, juga dari cerita Bapak sendiri. Dari kecil aku memang lebih deket sama Bapak. Bukan berarti gak deket sama ibu. Kayaknya aku pernah denger kalau anak perempuan emang lebih deket sama Ayahnya. CMIW ^^
         Bapakku adalah sahabat lelaki terbaikku, bukan pacar karena aku memang gak (pernah) punya pacar. Beliau selalu ada mendampingiku dan aku suka itu. I’m his little princess. Dulu awal aku sekolah di SMA 2, kita selalu berangkat bareng karena kantornya sebelahan sama sekolahku. Bapakku jadi berangkat lebih pagi supaya aku gak terlambat  sampai sekolah. Dari mulai motor dinas alfa merah, shogun 125, mobil pick up, sampai mobil tahanan pernah dipakai buat nganter aku hingga gerbang sekolah. Ya ampun jaman dulu keluargaku masih susah, inget rebutan motor sama Mas Danang^^. Bapak dengan setia menungguku kalau aku ada les sampai sore. (Les itu sama dengan Fanta+batagor depan sekolah + 3 IPS 4 hehee). Tapi kadang aku juga menunggu Bapak di kantor kalau aku pulang lebih awal. Dia selalu bilang, "minum dulu", sambil memberiku Aqua gelas.
      Bapak selalu terlambat mengingat hari ulang tahunku, tapi dia selalu mengucapkannya. Kayaknya Bapak grogi waktu ngasih aku hadiah ulang taun ke-17, saat temen2ku pada dateng kerumah. Beliau menghampiriku di dapur, dan memberi bungkusan kertas HVS berisi tulisan selamat ulang taun dan sebuah jam tangan yang sekarang gak tau dimana. Beliau ingin aku mencapai cita-citaku dan menjadi orang sukses. Bapak dan Ibu selalu mengajari aku, kami untuk bisa bersenang-senang setelah kami sukses dengan usaha kami sendiri.

semoga kita bisa merayakan ultahmu tahun-tahun depan dan seterusnya
Bapakku begitu antusias menyuruhku memilih jurusan akuntansi ketika aku akan masuk universitas.  Beliau rela memasukkanku ke sebuah Akademi swasta yang kata kebanyakan orang adalah kampus sosialita, yang kata Masku aku bakal susah adaptasi disana, yang kupikir mereka gak punya tempat parkir buat motor hahaha. Beliau mengantarku mendaftar kesana. Bapak juga menggebu2 memasukkanku ke STAN, mengantarku daftar di sekolah  tinggi itu dan mengeluarkan uang cukup mahal buat les intensif selama 2 hari doang di kantor STAN Kalasan sana. Demi itu, aku bela-belain berangkat dari rumah jam setengah 6 pagi dan pulang jam 5 sore. Di hari terakhir aku les, aku shock gara2 jok motor JEJE –ku sobek ketiban motor orang. Awalnya sih biasa aja. Di sepanjang jalan, ternyata mewek dan curhat sama Dhafiq (Ahh orang itu selalu jadi tempat sampahku hehee). Well kelakuan yang bodoh memang. Aku bisa melihat senyum yang dipaksakan Bapakku ketika kami berdua ke Kalasan melihat pengumuman STAN dan ternyata aku tidak lolos. “Wah raono e Dek,” gitu katanya. Aku lupa apa saat itu aku merasa senang atau sedih. Ketika pendaftaran SMPTN dibuka, Bapakku bilang terserah aku mau masuk kemana, asal jangan jauh2 karena tinggal aku anak perempuannya. Boro-boro, mau tes di Undip aja kagak boleh. Aku tau accounting hope itu masih ada dimatanya meski aku sudah terdaftar  sebagai mahasiswa baru di kampus swasta. Aku mengalahkan ego Ikom UNS-ku dan menulis akuntansi murni UNY sebagai pilihan pertama di SMPTN. Senang ketika melihat namaku muncul di koran yang menyatakan aku diterima di akuntansi murni UNY. Aku segera mencium tangan Bapakku (lebay ya?). Aku tau dia lega. Sejenak aku lupa ambisiku yang lainnya. Bapak masih menawarkan STAN di tahun kedua kuliahku. Sudahlah Pak. Aku sudah nyaman disini, bertemu orang2 heboh dan menyenangkan di HIMA dan akuntansi (ecieeee…).
   Kemana-mana aku juga sering dianter Bapak. Ketika aku masih nglajo dan ada kegiatan kampus. Beliau mengantarku sambil ngajak ponakanku yang malah ngamuk2 dikampus. Ketika pertama kali kos di Samirono pojokan itu, aku dianter Bapak. Ibu kosnya bilang, baru kali ini ada anak kos dianter orang tuanya (omg, kayaknya aku kemanjaan deh). Selama kos pun aku masih sering merepotkan dia. Apalagi pas jamannya motorku sering bgt bocor. Argghhh sorry Dad, I called you again and again…Waktu aku harus ngolah data di Semarang, beliau juga nganter aku. Kita naik bis ekonomi pagi2 pas puasa. Uhh tega sih Bapak. Aku kan alergi bis ekonomi hahaa, mabuk darat deh. Setelah memastikan aku ketemu temenku di Semarang, Bapakku langsung pulang. Inilah awal My Weekly Journal: Trip to Semarang. Begitu juga ketika dulu aku sering pulang pergi Surabaya, selalu dianter Bapak, gak boleh berangkat sendiri (hmm sebenernya sih Ibu yang rewel, Bapakku nurut2 aja). For me, He is Clark Kent. I mean he is my Superman.
lebaran
   Aku kagum sama Bapak. Beliau membebaskan aku melakukan apa saja asal aku jujur dan Beliau tau kegiatanku apa. Dulu waktu SMA aku pernah pergi seharian. Pamitnya ngerjain tugas di rumah temen (iya klise, tapi ini beneran). Belajar kelompoknya Cuma 2 jam-an. Karena habis itu diajakin ngumpul dadakan ama anak2 Pan 17 + 1 . Jam 8 malem aku baru nyampe rumah kayaknya, setelah pergi dari jam 9 pagi. Hasilnya aku didiemin Bapakku. Setelah itu kemanapun aku pergi dan mo nglakuin apa aku selalu bilang sama Bapak karena 99% aku bakal diijinin. Pernah juga kali kedua Bapak ngediemin aku gara2 aku berantem sama Kakakku. Bapakku gak pernah marah, kalau Beliau sampai marah, berarti kesalahan kami fatal.  Aku merasa (ini gak galau lho ya), semakin kita dewasa kita memang diharuskan atau maksudku kita secara gak langsung tambah sayang dan peduli sama orang tua kita. Entah ya. Semoga sekarang aku nggak begitu merepotkan Bapak lagi. Ah gimana kalo besok aku nikah ya. Pasti mewek deh. Aku kangen Bapak. Biasanya pas musim duren gini, aku selalu bujuk2in buat borong duren hahaaa. What are you doing this morning Dad??

Rabu, 01 Februari 2012

My Silly Galaxy part 3


Elegi

Lelaki berparas putih itu turun dari motor satria kesayangannya, menyapa Edi sang juru parkir yang merupakan teman baiknya. "Gimana kemarin Pak, jadi ke bengkel?', sapanya ramah. "Iya Mas, jadi ternyata kampas remnya habis", jawab Pak Edi. "Owh gitu, pantesan g enak banget dipake. Aku masuk dulu Pak", kata lelaki lagi sambil berlalu meninggalkan tempat parkir lalu menuju ruang belakang sebuah gedung dan segera berganti pakaian. Lelaki itu Adi, usia 23 tahun. 3 tahun yang lalu, dia memutuskan untuk berhenti kuliah dan pergi menyusul kakaknya di Kalimantan. Dan disinilah ia sekarang. Tinggal berdua dirantau orang dengan kakak perempuannya. Adi diterima menjadi seorang karyawan di sebuah perusahaan besar di Kota Banjarmasin berkat ijazah SMA-nya.
   Pukul 17.00 Adi baru keluar dari tempat kerjanya. Hujan mengguyur Kota Banjarmasin malam itu. Adi bergegas mengenakan jas hujan kelabunya. Dia harus segera pulang. Kakaknya sedang sakit dan dia harus membelikan obat di apotek. Sehabis tarawih, Adi duduk di balkon rumah kontrakannya. Memandang keindahan malam Ramadhan di Banjarmasin. Ada kerinduan mendalam di hati Adi untuk bisa pulang ke kampung halamannya di Jogja. Bertemu ayah dan adiknya. Adi merupakan 3bersaudara. Ibunya meninggal ketika ia masih bayi. 1 bulan lalu, dia menerima telpon dari keluarga bahwa neneknya meninggal dunia. Namun saat itu Adi dan kakaknya tidak bisa pulang karena tidak ada biaya. Bisa dibayangkan betapa kesedihan menggelayut di hati kakak beradik itu. Dan tadi kakaknya memberitahunya bahwa lebaran ini mereka akan pulang. Ke Jogja. Adi tersenyum. Senyum yang indah.
**********
      Nadia tetaplah Nadia. Tak pernah berubah. Tetap tumbuh menjadi gadis 21 tahun yang angkuh dan acuh. Tujuan hidupnya saat ini adalah kuliah dan mendapatkan beasiswa untuk menyenangkan Ayah ibunya. Nad tak pernah peduli dengan penampilannya ketika para gadis sebayanya beramai-ramai mengubah diri mereka menjadi boneka.
     Nad tak pernah peduli untuk berhubungan serius dengan lelaki, setelah Adi. Ya, Adi adalah teman semasa sekolah menengahnya. Terakhir Nad melihat Adi, ketika mereka sholat idul fitri di tempat yang sama 2 tahun lalu. Itupun dari jauh. Dan Nad tidak pernah berkeinginan untuk mengejar atau berhubungan dengannya lagi. Bukan karena dendam atau hutang. Nadia telah memutuskan untuk melupakannya. Dan berhasil setelah 4 tahun lamanya. Nadia benci dengan sikap Adi yang acuh. Nadia benci dengan ulah Adi yang selalu membuatnya kesal dan marah. Nadia benci karena dia bisa peduli pada seorang lelaki ketika usianya masih 15 tahun. Karena itu Nadia memilih untuk meninggalkan hubungan itu. Dan meninggalkannya.
**********
Pagi itu, Adi dan Kakaknya menuju bandara. Seminggu lagi Hari lebaran tiba, dan pesawat pukul 11.00 akan membawa mereka kembali ke Jogja. Adi mengingat seseorang. Segera ditelponnya Arsa, teman lamanya.
"Sa, Lu tau nomer Nadia?"
                                                                        ***********
    Nadia terdiam. Dia paling tidak suka mendapat telpon tengah malam. Orang tuanya akan marah bila sampai tahu. Benarkah itu Adi? Adi menelponnya, menanyakan kabarnya dan Nad memutus telponnya. Bodoh!!! Nad mengutuk dirinya sendiri. Darimana dia tau nomernya ya? Apa dia Dijogja? "Arrrgghh kenapa jadi galau gini sih!", kata Nadia. "Harusnya kan aku udah biasa aja", lanjutnya lagi sambil ngomel-ngomel didepan cermin. Setelah mereka sudah sebesar ini, dan menjalani hidup masing-masing, tiba-tiba Adi kembali.
"Apa tadi dia bilang, dia mo maen kerumah??"
Oh My God, kenapa tadi diputus Nad!!", Nadia menyalahkan dirinya sendiri ketika ada nomor asing menelpon dan mengucapkan selamat Lebaran. Yang ternyata adalah Adi. Nad hanya sempat bilang akan menelpon balik besok kalau Nad tidak ada acara, ketika Adi berniat mengunjunginya pada hari lebaran ketiga. Keesokan harinya Nad telah membatalkan semua janjinya dan mecoba menelpon Adi. Tapi tidak aktif. Dan Nadia tetap menunggunya kabarnya. Hingga ia harus kembali ke bangku kuliah di Solo.
                                                                       ***********
7 Tahun kemudian
    Adi telah menjadi seorang wirausaha sukses dengan membuka restoran di beberapa cabang. Belakangan Adi pindah kerumah barunya di jakarta dan sedang berberes.
“Mas, wanita ini hebat ya, punya karir yang bagus, usaha sukses, dan tinggal diluar negeri pula”, kata seorang wanita yang merupakan istri Adi sambil menunjukkan profil seseorang di majalah wanita.
“Lho, ini kan Nadia??”, kata Adi dengan terkejut.
“Mas kenal dia??”, kata istrinya balik bertanya.
“Well, dia ini dulu teman kecilku di SMP. Sudah lama sekali kita gak kontak, ternyata dia sudah sukses seperti ini”,cerita Adi sambil menerawang jauh.
Dengan segera Adi mencatat alamat email Nadia yang tertera di majalah itu. Dia bermaksud untuk mencari kabar gadis jutek itu, namun tak ada jawaban.


bersambung apa tamat ya enaknya??!!!

Selasa, 17 Januari 2012

we're only kids

Ketika aku lagi ngubek-ngubek file poto di laptop. Gak sengaja nemu poto ini. Unyu banget gak sih masa kecil akuuwh^^ (niru gaya alay). Ini poto waktu aku duduk di bangku TK. Namanya TK PKK 23 Srandakan. Tahun 1995 kalo gak salah. Aku lupa poto itu diambil pas acara apaan. Itu aja dapetnya dari temenku beberapa waktu lalu. Seneng juga ternyata masih ada kenangan yang tersisa dari jaman TK dulu.
Siapakah kami dimasa depan??

Kalo ada yang bilang masa paling indah itu adalah putih abu-abu alias SMA. Buatku sih nggak. Tetep yang paling unyu itu ya masa-masa TK. Kapan lagi coba aku bisa punya acara pesta kebun setiap Hari Sabtu, duduk manis di kursi kecil warna-warni kayak beruang madu. Makan bubur kacang ijo sampai tempe benguk (makanan jawa) rame2. Kapan lagi aku bisa sekelas sama anak2 cowok yang masih suka dibedakin sama mamanya cemong2 gitu. Trus pulang bareng cowok2 umur 6 tahun yang suka godain dan ngibasin rokku. Kapan lagi aku dapet uang saku kalo gak sekolah. Jaman itu uang sakuku masih Rp. 50,-. Aku sih lupa dengan uang segitu aku bisa jajan apa. Tapi dengan pedenya tuh duit selalu aku genggam sampe tanganku basah dan bau logam.
hasil kreasi anak bangsa. Aku
Ngomong-ngomong soal kesibukan kita anak-anak TK karier, setiap hari kita bermain seni melipat, bikin ikan-ikanan trus dikasih sisik, ditempel di buku gambar. Ngegambar juga. Dulu ada temenku yang kalo kesekolah bawa pastel sendiri. Itu lho pastel gambar hutan warna ijo, harganya Rp. 4.000,00 an kalo g salah (gila, efek berkutat dengan akuntansi dan duit bertahun2, nulis duit aja komplit pake rupiah,00), pastel barang yang gak kuat kubeli saat itu. Kita  suka maen pasir, kita buat 6 gundukan pasir kecil- kecil dibentuk bunga, trus dibolong tengahnya pake telunjuk. That’s so simple. Selain itu kita juga maenan lego, maenan yang trend banget saat itu. Bete kalo inget dulu sering slek sama temen karena rebutan maenan, yang ujung2nya aku kebagian lego butek2 (nasib anak cupu). Kita bisa buat macam2 bentuk dari lego ini, kuda, robot, jerapah. Tapi berhubung aku berdarah arsitek. Mentog cuma bisa bikin replika Ka’bah sama piramid.


Di TK-ku cuma ada satu buah ruangan. Dengan beberapa buah njot-njotan, ayunan, dan perosotan. Gak ada kamar mandi, *iya TK ku belum merdeka. Tapi cuma di TK aku bisa ngrasain buang air kecil rame2 bareng cewek2 trus tiba-tiba segerombolan anak-anak cowok pada ngintipin dan kita semua heboh jejeritan gak jelas. Ada sebuah sumur yang kata Bu guru gak boleh dideketin *takut kecebur. Di deket sumur itu ada pohon kelapa. Tiap kali ada kelapa jatuh ke sumur, kita selalu heboh. Dari situ aku tau sundel bolong. Gak tau hubungannya darimana. Aku inget dulu sepulang sekolah diajakin sama temenku cowok ngambil bunga sepatu dirumahnya. Lebih tepatnya di kebon sih. Demi bunga itu, aku rela lompat pagar belakang rumahnya kayak maling. Dan beberapa tahun kemudian aku baru tau kalo bunga yang dengan pengorbanan aku ambil bukan bunga sepatu. Aku merasa tertipu.

TK-ku gak sekeren TK-TK jaman sekarang. Liat aja backgroundnya, aku ngliatnya kita kayak anak-anak korban perang jaman Jepang. Biarpun gitu, sekolah itu termasuk TK favorit dan menghasilkan orang-orang keren *alis mulai naik. Sebagian dari mereka masih kontak dan temenan sampai sekarang. Sebagian masih familiar sama wajahnya, sebagian sisanya *maaf aku emang lupa ^^. Yang aku tau mereka udah gede2 dan sudah menjadi seseorang (iyalah 16 tahun kemudian). Ibu guru yang disebelah kiri namanya Bu Sri, tetanggaku. Beliau meninggal beberapa tahun lalu. Dan disebelah kanan, namanya Bu Is. Beliau masih mengajar hingga sekarang dan menjadi kepala TK. Harusnya sih ada satu lagi, namanya Bu Kalimah. Ehm bakatku harus keluar nih. *singing...Terpujilah wahai engkau Ibu-ibu guru, namamu akan selalu hidup dalam sanubariku ^_^....terimakasih Ibu-Ibu guruku tersayang. Berkat kalian, perjalanan kami dimulai.

Ayo tebak aku yang mana???

.

Sabtu, 14 Januari 2012

Whazz Up 23!

     Hmmm tanggal 09 Januari kemarin aku ulang taun lho *kado dong! Yap I've got my 23th. G usah ngomongin resolusi kali ya. Let it be mine ^^. Seperti ultah2 biasa dan pada umumnya di muka bumi, aku juga nerima ucapan2 selamat ulang taun, dari Presiden Obama, Mas David Villa, Om Pep Guardiola, Jerry Yan, Kedubes Inggris, Rain, Chester, sampai temen2 aku. Oke cuma yang terakhir yang bener. Satu-satunya orang yang ngucapin secara langsung ya Kakakku. Ultah kali ini emang beda banget kayak sebelumnya, yang selalu heboh dirayain sama Pinky dan temen2 kampusku. Well it means nothing!
    Karena keburu kerja, pagi itu aku nggak sempet buka hp sama sekali. Apalagi di kantor, tagihanku numpuk. Setelah kerjaan lumayan beres, aku sempetin buka hp dan menemukan banyak sms dari orang-orang. Happy happy two thousand^^ Terharu deh ternyata masih banyak yang sayang sama aku, inget sama ultah aku (Walaupun kemungkinannya cuma ada 2, pertama tau dari facebook, kedua karena dari namaku mereka juga tau kalo aku bakalan ulang taun di Januari *hopeless). Rasanya pengen cepet2 buka laptop dan curhat. Gak mungkin dong aku make computer kantor, soalnya seluruh computer disitu saling connect. Gak lucu kalo curhatanku dibaca orang kantor. Jadi sementara aku gak ada kerjaan, aku nulis di kertas bekas.
    Diantara banyaknya pesan yang dikirim temen-temen, ada pesan yang bikin aku seneng kayak diawang-awang dan kepentok genteng. Ada adek angkatanku yang ngirim ucapan selamat ulang taun, dan bilang kalo dia terinspirasi setelah baca blogku. Nah pertanyaannya, cerita aku yang manakah yang bisa bikin mood boster 2012-nya jadi lebih semangat??? Hehee no matter, aku seneng juga karena ternyata cerita-ceritaku yang gak jelas itu berguna bagi orang lain. Alhamdulillah. Kiss Wahyu Astri Kurniasari, you rock!
Sekarang tiap kali ulang taun pasti inget Danar. Yah mau gak mau pasti inget dia. Gak ikhlas gitu bilangnya hahaaaa….Kayaknya aku udah pernah cerita soal temen2 kuliahku sih, Dia salah satunya. Temenku yang baik hati dan ganteng sekali (semoga ditraktir, amin amin amin). Aku suka kebetulan ini, berasa punya sodara baru, dan tradisi ngrayain ultah bareng2  bikin kita jadi punya kesempatan untuk maen dan ngumpul bareng si sayap kanan. Sayang taun ini aku sendirian. Gak bareng Danar dan temen2 aku lagi. Tapi ya gak papa, karena itu berarti Tuhan mengabulkan doaku bahwa tahun kemarin bener2 jadi ultah terakhirku sebagai mahasiswa. Danar, will you be the next??Tolong ya wakilin aku kalo anak2 besok minta traktir hehee.
Pertama-tama aku mo ngucapin makasih sama temen-temen aku yang bersedia nyelametin dan doain aku via facebook (yang sempet keblog wallnya karena ulah tidak tau siapa), twitter, phone *sambil nyium piala citra. Kedua, end of all thank for all the wishes, best wishes! Sangat mengagumkan melihat bahwa harapan yang mereka buat untukku, melebihi harapan-harapan yang aku bangun sendiri.  Yang paling aku suka, banyak dari mereka yang berharap aku segera dapet jodoh dan cepet nikah. Ini nih yang aku aminin lebih banyak hehee. Thank God, for the best life. Please,  make all the wishes happen. For me and for them too.
bareng2 sama temen2 yang gokil dan keren itu adalah kado terindah ^^nangis darah
 Sebenernya mo upload poto orang-orang stress itu, tp koneksinya jelek bgt, kapan2 aja ya

With love


wanita feminin wanna be



Rabu, 04 Januari 2012

Ngoceh kerjaan

        Nggak berasa udah satu setengah bulan aku kerja di Wahana. Ngomong-ngomong soal kerja, aku kerja di sebuah perusahaan swasta bidang jasa konstruksi. Semoga aku gak dituntut karena nyebut nama disini ^^. Jadi bagi kalian yang kerja di perusahaan kontraktor, seperti Adhi Karya atau sejenisnya, bisa supply tiang pancang atau pesan jasa pancang dari perusahaan kami. Bayar kok. Oh ya aku kerja di bagian administrasi. Job desc-nya, bikin tagihan. Jangan bayangin aku sbg debt collect. Beda!Aku kan manis. Kerjaanku gampang-gampang susah sih. Karena kemarin2 aku masih nemenin Ce Selly (Karyawan yang mau aku gantiin, karena dia resign) dan pak Robbi ya semuanya diajarin sama mereka.Tapi tetep aja masih banyak yang ngeblank. Dan mulai Januari ini, aku resmi gantiin Ce selly, meskipun belum resmi juga, soalnya aku masih percobaan selama 3 bulan. Kalo oke, bisa diterusin. Kalo gak ya, go out!Sesimple itu hidup gw. Senengnya kerja itu kalo banyak proyek, waktu terasa sangat cepat berlalu. Gak enaknya itu ketika kamu mulai kerja pukul 08.00 dan selesai pukul 17.30 tapi belum ada satu proyek pun yang berhasil kamu buat tagihannya. Mabok gak. Pengen nyebur ke Raja Ampat. Ngademin kepala. Untung aku sama Ce selly udah sempet beresin file-file yang ampun berantakan. Gimana nggak, tiap kali ada yang nanya proyek A, atau kuitansi nomer sekian, atau nanya SPK, pasti Cece sama Pak Robi bisa muter2 diruangan yang sempit, maen buka tutup loker, dan voilaa! Dokumen yang mereka cari ada dimeja. Aku???bingung ngliat mereka berdua. Kok bisa? Tapi aku gak nyalahin mereka kok, karena sebenarnya aku juga dodol. Seringnya sih salah bikin kuitansi. Masalahnya adalah aku susah menghafal nama2 orang dan perusahaan dari tiap proyek, Liem Ping Hong lah, Fernandez, Tjia san ek, Ko Ping Kek, untung kagak ada Ti Pat Kay. Masalah lagi tiap kali ada telpon masuk. Kalo misal dari luar sih oke ya, ntar kita tinggal tanya dari siapa keperluannya apa, nulis dikertas. Nah kalo yang nelpon intercom, malah puyeng aku. Tiba2 ada telpon dan langsung ngomong, Dora ini bla bla bla.......(Aku) oh ya Buk, Oh ya Mbak, Oh ya Ce. Klik. Telpon ditutup, aku baru sadar, itu tadi yang nelpon siapa ya? Kalo udah kek gitu, orang yang seharusnya kupanggil Ce malah kupanggil Buk, yang harusnya Ibu2 malah kupanggil Mbak, yah kacau deh. Jadi sekarang aku lagi banyak belajar mendengarkan, bukan cuma mendengar, dan yang pasti mengenali suara orang. Gara2 sering make headset nih, pendengaranku rada2 amburadul #tepuk2kuping.
     Pernah suatu kali atasanku yang bagian keuangan minta kuitansi line phone karena yang megang kuitansi diruangannya gak ada.Aku sama Ce Selly kalap, karena kuitansinya gak ada di arsip kita. Ce Selly mutusin buat nyari di file punya karyawan lain . Aku tetep nyari di mejaku. Tiba2 ada telpon, "Dor disini gak ada siapa2, kamu bantu aku cari kuitansinya ya?" Aku ngira itu suara atasanku tadi. Ya otomatis aku langsung ke ruangan beliau. Eh begitu aku buka pintu, kita malah pandang-pandangan. Kenapa ini?Kenapa beliau diam, kenapa aku diam? Bego. Dora, bukan dia yang nelpon. Aku langsung keruangan sebelah dan ketemu Ce Selly. Kampret, ternyata dia yang nelpon. Malu gw. Ibaratnya orang jawa, aku itu kayak Ulo marani Gebuk. Kuitansinya belum ketemu, tapi udah berani nemuin atasan.Cari mati. Hufet...
       Pengennya sih pas masuk dunia kerja aku bisa tampil anggun, kayak wanita karier gitu, pake blazer, celana bahan, sepatu hak. Tapi ternyata nggak, tampilanku seperti apa adanya anak kuliahan. Kemeja, jeans, sneakers, kadang make sandal jepit dikantor. Please cowok2, kasih aku kesempatan untuk berubah T_T. Aku udah sadar, sebagai anak muda yang berjiwa muda, sebagai seorang anak gadis, aku harus selalu tampil prima, fresh, feminin dan manis (tetep). Jadi aku mulai merubah penampilanku, dengan memakai blazer, celana bahan, bros unyu2, gelang dan sepatu flat hehee. Alibi gw, sekarang lagi musim ujan di Surabaya, kalo make high heels sayang tauk! Apa emang gini ya kerja di lingkungan kontraktor. Santai kayak diplant, biar kacau tapi tetep keren. Wuiih oke tuh pantun. FYI, Plant tuh tempat lapangan kita.
Aku gak tau apa aku bakal bertahan diperusahaan ini hanya untuk 3 bulan aja atau bakalan lama. Awalnya aku g nyaman kerja dikantor ini. Bukan, bukan karena job desc yang aku dapet. Ya kadang ada hal2 yang lebih baik kita hindari. Aku pengen mencari hidupku sendiri, mencoba mandiri dengan jalan yang aku mampu. Itu yang kumau. Aku sempet cerita sama seorang temenku soal kerjaanku dan dia bilang aku harus bersyukur atas semua yang udah aku raih saat ini. Tapi kemarin,temenku tiba2 sms aku, Dora I have the same feeling like you about my job actually. Well, spechless. Apa untuk bisa bersimpati pada orang kita harus merasakan dulu apa yang mereka rasakan? Sebenarnya aku benci menghakimi hidup orang lain, karena aku sadar aku juga nggak yakin bisa melakukannya jika itu terjadi padaku. Tapi itulah gunanya teman ya^^ dan aku yakin, gak cuma aku atau dia yang merasakannya, tapi masih banyak temen2 yang lain yang mungkin baru memulai debut pertama mereka bekerja. Well Guys, welcome to the Jungle, life isn't easy, move or just stay on your  safety place!
Masa depanku masih abu-abu nih. Kalau besok aku resign ya gak papa, kalo diterusin ya semoga aku diberi kekuatan lebih untuk bertahan dan menyelesaikan kerjaanku disana. (Berdoa serius). Tapi kalo boleh ya Tuhan, beri aku kesempatan untuk bisa memiliki hidupku, tanpa harus terbebani hidup orang lain. Kalau diam itu emang emas, oke gw bakal bisnis emas, dan terus mengejar mas2 ganteng!! Tapi feelingku sih aku gak bakal diam disini aja. Aku masih bisa pergi kemanapun yang aku suka. Aku bakal punya uang banyak, aku bisa nyetir mobil, bisa tetep nulis, menikah dengan orang yang sangat spesial, dan aku akan hidup lebih baik dari kakak-kakakku. Itu resolusi 2012-ku. Eh bukan. itu resolusi hidupku. Itulah ukuran suksesku. Aku selalu yakin akan ada suatu saat nanti. Buset, lama-lama jadi kayak oh mama oh papa ya^^. Nyesel pasti isinya curhat beneran, close gih heheheee