Aku selalu ragu untuk
menceritakan tentang mereka. Bagaimana menganggap mereka di duniaku. Aku pikir gak akan pernah habis kisah yang kami
buat, dan aku tidak mau menyebut mereka sebagai kisah klasik untuk masa depan.
Karena sampai saat ini dan di masa depan nanti, kami masih dan akan selalu
membuat kisah. Adit menyebutnya, The Incredible Right Wings. Sayap kanan. Cuma
karena semasa kuliah kita selalu duduk di sisi kanan kelas. Serombongan kaum
troublemaker yang berisik, dan seenaknya. Whatever :p.
Tiara: Dia adalah orang yang
selalu mengingatkan saya akan Tuhan. Melihat Tiara, seperti melihat biografi
tumbuh kembang anak nakal yang tiba2 direhabilitasi lalu sembuh hahaaa. Aku
selalu suka kamu tiara. Seperti apapun bentukmu sekarang. Trimakasih atas semua
doa baik yang kamu beri padaku. Dan Mas romi adalah hadiah Allah untukmu :)
Adit: Seingetku, ketika kami
kuliah Bahasa Indonesia, aku melihat bocah unyu ini loncat2, menghentak2kan
kaki ke box kayu yang biasanya dipake pijakan di bawah papan tulis. "Ini orang
namanya siapa sih, kok gila?" ,tanyaku sama Putra. Dan sejak itu, aku tau dia
adalah the best partner I ever had. For
everything happens. Aku tau kamu sebenarnya bisa melakukan lebih dari sekarang.
Liyak: Miss everything. Aku
selalu kagum sama dia. Pinter, dan tau semua hal. NBL, Badminton, Musik, Jogja,
Anak gaul deh hehee. Pantes sih kalo dia jadi ibunya anak2. Walau kadang she’ll
be a mysterious girl. Thanx for the lyrics and universe, mother
Putra: temen yang kukenal dari
awal aku masuk kampus karena kita satu gugus. Dia adalah Mr. DramaKing versi ku
hehee. Apapun yang terjadi dalam hidupmu, don’t blame anyone. It’s your life
be, actually. Semoga suatu saat kamu menemukan wanita yang pantas untuk kamu
perjuangkan dan sebaliknya.
Icol: Andai dia mau usaha
menambah sedikit berat badan aja, dia akan lebih ganteng. Sayang dia cemen
kalau urusan kemandirian. Ke Surabaya aja nggak berani, atau dia memang berhati
mulia, dengan memilih membangun desanya sendiri?hehee, semoga kamu sukses
dijogja col.Ojo simbah-simbah ae
Novita: Anak gunung, cuek,
berani, bahkan terlalu berani. Kebalikan dari orang diatas. Dia memilih keluar
dari Kartu keluarganya di Medan, memulai hidup sendiri di Jawa. Iri banget jadi
dia, bisa melancong kemana2. So amazing. I'm glad you here
U: babi satu ini, adalah
mahasiswa yang sangat berkembang di Jogja. Memulai semua dari nol. Membangun
hidupnya sendiri di jogja. Mengingat momen dari kemana-mana selalu jalan kaki,
hingga akhirnya nemenin ke dealer buat beli motor itu rasanya seperti ngrasain senengnya melihat perkembangan buah
hati hehee. You, promise me to have a wedding in jogja. How is Life,
Palembang???
Arini: Gadis yang gak bisa
ditinggal sama adit. Arrgh kadang gemes sama cewek satu ini. Tapi
ketelatenannya sebagai wanita adalah pelajaran buatku. Trimakasih mau berbagi Adit dengan kami semua. Kamar Kosmu adalah surga
kami Al. Dan disanalah kita semua berkembang.
Danar: Diantara teman-teman cowok
yang lain, aku merasa paling nyambung sama dia. Bukan karena kita lahir
barengan. Kentang arab satu ini adalah teman ngobrol yang gak membosankan, dia
selalu punya pandangan yang luas, tentang apa saja dan pintar membawa diri.
Nice to know your Luki, boy.
Dita: How to imagine dita in your
life, hehee? Dita itu ambisius sama seperti aku. Sensitif juga. Dia sangat
menjaga dan mencintai kami. Itu yang aku tau.
Dia adalah pejuang untuk keluarga dan dirinya sendiri.Semoga dia cepat menikah :)
Teteh: Urang bandung yang tomboy
dan fun. Gak pernah liat dia galau.Suka menolong iya Pinter akademik dan jago basket
juga. Gak adil ini. Teh, jangan jadi suster dulu ya, nanti aja kalau aku udah
nikah dan ngumpul2 hehee.
Eva: Aku sudah sering
membicarakannya, dan kali ini aku tau. Kalau dia adalah seorang cowok. Dia
pasti sudah jadi pacarku, mantan, atau orang yang pernah aku cintai. Untung dia
cewek.
Fe: Anak gaul jogja. Supel dan
baik sama orang. Aku tau, meski kita gak ada. Kamu masih punya ribuan teman yang menanti. Tapi kayaknya kamu perlu mengurangi waktu
maenmu deh sayang hehee.
Yongki: Anak akuntansi yang bisa
kerja di dokter gigi ya dia. Yang kata Ocha lumayan ganteng. Cuma gak tau
kenapa temen2 laki sering bgt ngeceng-cengin dia soal cewek. Ah lelaki.Apa Kabar KAI Mas?
Arum: Setaun satu kamar kos sama
dia, bikin aku sadar kalau aku ini bukan apa2. Perfeksionis dan cerdas. Dia
sangat berdedikasi dalam belajar. Biarpun gak tidur dijabanin dah. Don’t compare her with me hehee. Dia adalah
penolong akademis kami . Blue lovers.
Diah: Adek kecil kami yang pas
pembagian jatah ketawa sama Tuhan, dia dikasih lebih banyak. Udah setaunan gak ketemu sama dia, dengan
kesibukannya skripsi di kantor audit Jakarta dulu. Songong emang tuh anak, untung pacarnya ganteng.
Ocha: Wanita yang lembut dan
dewasa. Bener2 bikin aku minder. Kapan ya aku bisa jadi wanita yang anggun.
Semoga kamu mendapatkan karir yang oke dan jadi istri yang baik kelak buat mas
Dimas :)
Itak: Ocha dan Itak itu macam
kembar siam aja. Aku deket sama Itak di saat-saat terakhir kami menjadi
mahasiswa, dia adalah partner in “skripsi”ku hehee. Kemana2 berdua, atau bertiga sama Anggit. Itak
adalah orang yang menyenangkan. Salah satu teman wanita yang gak membosankan.
Anggit: Aku selalu kagum dengan
orang yang berani mengambil langkah besar untuk hidupnya. Dan Anggit adalah
salah satunya. Meski masih beradaptasi, tapi dengan menikmati pekerjaannya di
Samarinda sana, aku tau suatu saat dia akan menjadi sesuatu. Hei guys,
contohlah dia!Berani mengambil resiko.
Maida: Cowok ini seringnya aku
liat sama anas. Anak2 jauh lebih kenal dialah daripada aku. Suka banget maen
games. CMIW??jangan lupa kalo mo sholat, dibilas 7 kali ya da heheee
Anas: Cowok cuek dan pendiam. Kayaknya
dia angkatan tua deh hahaaa. Dia jarang
ngumpul sama kami. Ayok mas, dikejar skripsinya biar gak ditinggal sama anak2.
Kurangi juga rokoknya, ntar bengek lho.
Ucup: Namanya sih keren, Yusuf.
Aku mengenalnya lebih lama diantara semua. Dia, orang yang famous di kampus
kami. Aku berharap dia tidak berlama-lama dikampus. Karena hidupnya akan lebih berharga daripada yang sekarang dia nikmati. Dia adalah pahlawan bagi
keluarganya :)
Hilmi: Seorang yang setia kawan. Aku baru sadar bahwa dia
sangat potensial, ketika ada seorang cewek yang tergila-gila padanya heheee.
Aku seneng sekarang kamu rajin hil, cepet wisuda ya
Julius: Cowok ini cueknya gak
ketulungan, untung ganteng, cerdas lagi. Jangan males jul, kerjain skripsimu.
Demi Yoona. Jadi mikir, kira2 dalam momen apa aku bisa ketemu kamu nanti hehee
Hendri: Aku tidak tau sejak kapan dia mulai tertular penyakit kami, mungkin aku harus bertanya pada adit, dan kenapa tiba2 aku dicomblangin sama dia. Gak ada bahan anak2 itu. Semoga kamu sukses dengan kerjaanmu di Pati (apa dimana ya hehee), jadilah yang baik diantara kami be :)
Fajar: gak nyangka kan kalo orang
kayak gini sekarang jadi bea cukai di ngurah Rai. Haaa ngarep banget bisa
liburan rame2 kesana. Meskipun kami Cuma kenal beberapa tahun, tapi semoga
hubungan kami tetap baik. Doakan kami
sukses kayak kamu, kebumen!
Seperti lirik Sheila On Seven,
aku selalu berpendapat bahwa merekalah yang terhebat. Diantara banyak masa-masa
yang kulalui. Di masa kuliah inilah aku menemukan dunia. Mereka adalah rumah, tempat aku pulang, saat aku bahagia bahkan terjatuh.
Mereka adalah tangan dan kaki yang secara tak sadar menuntunku untuk belajar,
yang tau bagaimana seharusnya aku berjalan. Mereka adalah mata yang bisa
membantuku melihat dunia. Dan mereka
adalah hati, tempat dimana aku bisa jatuh cinta setiap hari, yang aku ingin dianggap dekat, ingin kuanggap
tau segalanya. Dan keikhlasan ini mengalir diantara kami. Aku bersyukur,
bersama mereka, merangkai mimpi, mengawali hidup dari jebolan anak SMA, meniti
karir sebagai mahasiwa Jogja bareng2,
hingga saat ini, kami terpisah di berbagai kota di Indonesia. Aku tidak
bisa berhenti bersyukur dan tersenyum ketika masih bisa menemukan atau
berkumpul bersama salah satu dari mereka di suatu kota lain, dan bukan di
Jogja. Ahh aku bisa tiba2 lupa kalau aku habis patah hati.
Orang-orang somplak
itu benar2 mengalihkan duniaku.
Aku tidak tau bagaimana arti keberadaanku bagi teman-temanku. Tapi Aku ingin tau bagaimana aku dikenang oleh mereka. Terimakasih telah mau menjadi bagian dari duniaku. Mengiringi hidup
bersama mereka membuat pandanganku semakin luas. Mereka selalu membangunkan
ambisiku untuk berbuat lebih baik dari ini, karena kami tau kami bisa.
Aku
selalu setuju bahwa dilingkungan mana kita berada, disitulah kita akan menjadi
seperti apa.
Kami masih akan punya banyak cerita lagi, bahkan yang tidak sempat diabadikan